Fidelity Investments, salah satu manajer aset terbesar di dunia, mengumumkan pada hari Rabu bahwa mereka akan meluncurkan stablecoin di Ethereum. Token ini, bernama Fidelity Digital Dollar (FIDD), diperkirakan akan tersedia di exchange dalam beberapa minggu ke depan untuk investor institusi dan ritel.
Langkah ini menyoroti semakin banyaknya perusahaan dan institusi keuangan yang terjun ke sektor stablecoin, yang kini bernilai lebih dari US$316 miliar. Karena persaingan semakin ketat, masih ada pertanyaan tentang proyek mana yang akan diadopsi secara berkelanjutan dan mana yang akan menghilang.
Pada pernyataan resminya, Fidelity menyatakan bahwa FIDD akan menyediakan dollar digital stabil yang menggabungkan nilai blockchain dengan keandalan dolar AS.
Langkah ini dilakukan satu bulan setelah Fidelity Digital Assets, National Association, yaitu bank trust nasional perusahaan tersebut, menerima persetujuan bersyarat untuk beroperasi dari US Office of the Comptroller of the Currency. Entitas ini akan bertanggung jawab untuk menerbitkan FIDD.
Dalam pernyataannya, Fidelity menggambarkan diri mereka sebagai salah satu institusi keuangan tradisional pertama yang menerbitkan dollar digital miliknya sendiri. Seperti stablecoin lain, FIDD akan sepenuhnya didukung oleh cadangan agar tetap menjaga nilainya.
O’Reilly juga menyinggung bahwa sikap Amerika Serikat yang semakin mendukung stablecoin menjadi faktor kunci di balik peluncuran FIDD.
Tetapi, dengan kejelasan regulasi yang baru ditemukan ini, Fidelity pun ikut terjun ke ranah persaingan yang makin ketat.
Sejak pengesahan Genius Act, adopsi stablecoin melesat pesat. Pada waktu publikasi, total volume perdagangan stablecoin hampir menyentuh US$100 miliar.
Pemimpin pasar Tether sudah lama menguasai sektor ini, di mana token utama USDT mereka menyumbang hampir 60% dari seluruh stablecoin yang beredar dan kapitalisasi pasar melebihi US$186 miliar.
Karena sebagian besar operasi Tether berbasis di luar negeri, perusahaan tersebut meluncurkan stablecoin baru, USA₮, awal pekan ini supaya mematuhi persyaratan regulasi Genius Act.
Di sisi lain, USDC milik Circle adalah stablecoin terbesar kedua di pasar, dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$71 miliar.
Meskipun kedua stablecoin tersebut mendominasi pasar, persaingan semakin sengit seiring pendatang baru mulai mendapatkan perhatian. Selama dua tahun terakhir, perusahaan keuangan ternama seperti PayPal dan Ripple juga meluncurkan stablecoin mereka sendiri.
Akan tetapi, jika dibandingkan Tether dan Circle, stablecoin mereka masih jauh dari level penetrasi pasar yang sama.
Dengan kondisi seperti ini, kehadiran Fidelity di pasar stablecoin lewat FIDD terjadi di tengah persaingan yang sangat kompetitif.


