- Amazon mengurangi tenaga kerja untuk merampingkan operasi dan meningkatkan efisiensi.
- PHK dikonfirmasi oleh Senior VP Amazon Beth Galetti.
- Fokus tetap pada pertumbuhan AI dan sektor grosir.
Pengurangan Tenaga Kerja dan Fokus Strategis Amazon
Amazon akan memberhentikan 16.000 karyawan, seperti yang diumumkan oleh Senior VP Beth Galetti, dalam upaya merampingkan operasi dan mengatasi perekrutan berlebihan selama pandemi.
PHK tersebut menggarisbawahi restrukturisasi Amazon pasca-pandemi, tanpa dampak langsung pada sektor atau aset cryptocurrency, menyoroti penyesuaian ekonomi yang lebih luas dari industri teknologi.
Amazon mengumumkan pemutusan hubungan kerja 16.000 karyawan sebagai bagian dari strategi efisiensi yang berkelanjutan. Keputusan ini menyusul putaran PHK sebelumnya yang mempengaruhi 14.000 staf pada Oktober 2025, sebagai bagian dari upaya restrukturisasi.
Beth Galetti, Senior VP People Experience and Technology, menyoroti tujuan untuk mengurangi lapisan dan meningkatkan kepemilikan. Tindakan ini terjadi di tengah tekanan berkelanjutan pada perusahaan teknologi untuk mendanai investasi di AI dan area strategis lainnya.
PHK terutama berdampak pada peran korporat, terkait dengan upaya Amazon untuk menyesuaikan praktik perekrutan pasca-pandemi. Reaksi pasar tetap hati-hati karena Amazon mempertahankan fokus pertumbuhannya pada inovasi AI dan ekspansi grosir.
Tidak ada efek langsung pada pasar cryptocurrency atau blockchain yang dilaporkan, meskipun tekanan industri teknologi mencerminkan tren yang lebih luas dalam beradaptasi dengan teknologi baru dan kebutuhan efisiensi.
Tindakan Amazon sejalan dengan tren industri restrukturisasi yang berfokus pada efisiensi di tengah pergeseran ekonomi. Industri teknologi yang lebih luas melihat penyesuaian tenaga kerja serupa untuk menyalurkan sumber daya ke pengembangan AI dan pusat data.
Meskipun beberapa analis memperkirakan dampak langsung pada moral karyawan dan ekonomi lokal, adaptasi industri jangka panjang menuju kepegawaian yang lebih selaras secara strategis diantisipasi. Hasil keuangan tetap dipantau dengan ketat seiring kemajuan realokasi investasi.

