Langkah Fidelity untuk memperkenalkan stablecoin baru di jaringan Ethereum telah memicu perdebatan baru tentang apakah lembaga keuangan besar semakin menyukai blockchain publik sebagai infrastruktur inti mereka. Perusahaan tersebut baru-baru ini mengungkapkan bahwa Fidelity Digital Dollar-nya, yang dikenal sebagai FIDD, akan beroperasi di Ethereum dan akan didukung oleh uang tunai, setara kas, dan instrumen Treasury AS jangka pendek. Stablecoin ini dirancang untuk mendukung kasus penggunaan penyelesaian institusional dan pembayaran ritel, serta dirancang agar dapat ditransfer ke alamat mana pun di mainnet Ethereum.
Perkembangan ini menonjol karena perusahaan keuangan besar sering cenderung memilih jaringan blockchain pribadi atau yang berpusat pada privasi saat meluncurkan produk keuangan on-chain. Sebaliknya, Fidelity memilih salah satu blockchain publik yang paling mapan. Contoh terbaru menunjukkan pola berbeda di antara institusi. Divisi blockchain J.P. Morgan, Kinexys, sebelumnya mengindikasikan rencana untuk menerbitkan JPM Coin-nya di Canton Network, yang dapat diakses publik tetapi menekankan fitur privasi. Demikian pula, Depository Trust & Clearing Corporation telah menandakan bahwa mereka menggunakan jaringan yang sama untuk bereksperimen dengan Treasury AS yang ditokenisasi, menyoroti pertimbangan privasi sebagai faktor kunci.
Pengamat industri menyarankan bahwa kejelasan regulasi mempengaruhi pilihan infrastruktur ini. Marcin Kazmierczak, salah satu pendiri RedStone, menyampaikan bahwa keputusan Fidelity mewakili kebalikan dari apa yang diharapkan banyak orang beberapa tahun sebelumnya dan menggambarkannya sebagai indikasi kuat bahwa keuangan institusional semakin memperlakukan blockchain publik sebagai fondasi standar. Dia menunjukkan bahwa legislasi terbaru, termasuk GENIUS Act, telah memperjelas ekspektasi tentang bagaimana cadangan stablecoin harus dikelola dan diungkapkan. Menurutnya, kejelasan ini mengurangi daya tarik rantai pribadi sambil meningkatkan kepercayaan pada stablecoin yang diatur dan diterbitkan di jaringan publik yang transparan.
Kazmierczak juga menekankan bahwa lingkungan likuiditas Ethereum yang luas, dukungan kuat dari bursa besar, dan kompatibilitas dengan solusi penskalaan Layer 2 menciptakan peluang yang tidak dapat dengan mudah direplikasi oleh jaringan pribadi. Dia menunjuk pada total value locked Ethereum yang besar, yang melebihi puluhan miliar dolar, sebagai bukti ekosistemnya yang dalam dan aktif.
Peserta pasar lain menafsirkan langkah Fidelity sebagai respons terhadap di mana penggunaan stablecoin sudah terkonsentrasi. Neil Staunton, chief executive dan salah satu pendiri Superset, menggambarkan perkembangan ini sebagai momen penting dalam perbandingan berkelanjutan antara blockchain pribadi dan publik. Dia menyarankan bahwa pilihan Fidelity mencerminkan pemahaman tentang dinamika likuiditas daripada kompromi pada standar institusional. Dalam penilaiannya, keyakinan sebelumnya bahwa institusi akan lebih memilih sistem tertutup tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan dunia nyata. Dia berpendapat bahwa institusi pada akhirnya memprioritaskan fungsionalitas, terutama dalam pembayaran dan penyelesaian, di mana interoperabilitas lintas platform sangat penting. Dia lebih lanjut menunjukkan bahwa stablecoin yang tidak memiliki pergerakan bebas di seluruh pasar akan kesulitan memenuhi tujuan yang dimaksudkan.
Ryne Saxe, salah satu pendiri dan chief executive Eco, menyatakan perspektif serupa. Dia menunjukkan bahwa Fidelity tampaknya ingin stablecoin-nya dapat diakses secara luas dan digunakan di luar akuntansi internal. Menurut interpretasinya, arah ini menyiratkan bahwa likuiditas pasar terbuka dan interoperabilitas akan memainkan peran sentral dalam desain dan penggunaan token. Dia juga melihat peluncuran ini sebagai sinyal positif yang menonjol untuk posisi Ethereum dalam keuangan institusional.
Konteks yang lebih luas untuk peluncuran ini adalah ekspansi cepat di sektor stablecoin. Data industri menunjukkan bahwa total nilai pasar stablecoin telah naik di atas 300 miliar dolar, yang mewakili peningkatan tajam dari level yang terlihat di awal 2025. Pertumbuhan ini menekankan meningkatnya permintaan untuk instrumen dolar berbasis blockchain baik dalam perdagangan maupun pembayaran.
Fidelity telah menunjukkan bahwa FIDD diharapkan akan diluncurkan dalam beberapa minggu mendatang. Token tersebut akan diterbitkan melalui Fidelity Digital Assets, dan pelanggan akan dapat membeli atau menukarnya dengan rasio satu banding satu dengan dolar AS melalui platform kripto Fidelity. Secara keseluruhan, inisiatif ini menyoroti bagaimana perusahaan keuangan tradisional beradaptasi dengan lanskap di mana jaringan blockchain publik memainkan peran yang semakin sentral.
Postingan Fidelity Stablecoin di Ethereum Menandakan Pergeseran Institusional muncul pertama kali di CoinTrust.

