Bulan Januari hampir berakhir, dan token aset dunia nyata (real-world asset/RWA) belum menunjukkan breakout yang luas, meskipun menjadi salah satu narasi aset kripto terkuat di tahun 2025. Performa di sektor ini tetap belum merata, dengan kenaikan dan penurunan tajam hanya terpusat di beberapa nama saja.
Dengan latar belakang tersebut, sekelompok kecil token RWA yang patut diawasi mulai menonjol berdasarkan keyakinan, posisi, dan pola grafik yang mulai terbentuk. Menjelang bulan Februari, 3 setup ini menyoroti di mana kekuatan mungkin bertahan dan di mana risiko bisa diam-diam meningkat.
Chainlink tetap menjadi salah satu pemimpin infrastruktur utama di ruang aset dunia nyata. Tapi menuju Februari 2026, setup-nya terlihat bertentangan.
Sentimen sosial berbalik sangat negatif. Data dari Santiment menunjukkan bahwa Chainlink saat ini menjadi salah satu altcoin big cap yang paling banyak dikritik.
Perubahan ini penting karena sejalan dengan perilaku whale baru-baru ini. Sejak 28 Januari, kepemilikan whale turun dari 502,53 juta LINK menjadi 501,97 juta LINK, penurunan sekitar 560.000 token.
Pemangkasan secara bertahap ini menunjukkan bahwa holder besar mulai menarik diri di tengah pergerakan harga yang lemah dan pesimisme ritel yang meningkat.
Ingin mendapat info token seperti ini? Daftar Newsletter Crypto Harian Editor Harsh Notariya di sini.
Namun, di sinilah ceritanya jadi terbagi dua.
Meskipun whale melakukan penjualan, ETF spot tetap terus beli. Chainlink saat ini punya dua ETF spot, dari Grayscale dan Bitwise. Sejak peluncuran, setiap minggu selalu ada arus masuk bersih, tanpa ada arus keluar satupun tiap minggunya.
Penambahan mingguan terbaru berkisar antara US$2,26 juta hingga US$4,05 juta, membuat total arus masuk kumulatif melampaui US$73 juta.
Ini menciptakan perbedaan yang jelas: holder besar (whale) mengurangi eksposur sementara permintaan ETF jangka panjang menyerap suplai.
Namun, pergerakan harga saat ini condong ke arah bearish.
LINK telah turun sekitar 7,2% dalam sebulan terakhir, dan turun sekitar 3% dalam 24 jam terakhir. Yang lebih penting, LINK sudah kehilangan support kunci di kisaran US$11,12.
Jika level ini tidak kembali direbut pada penutupan harian, grafik membuka risiko penurunan menuju US$9,10, potensi penurunan sekitar 17% dari harga saat ini. Skenario itu akan memperkuat sikap hati-hati whale belakangan ini.
Di sisi lain, jika harga kembali ke atas US$11,12, momentum bisa bergeser ke US$11,82 dan US$12,37. Untuk sekarang, sentimen dan harga menunjukkan kelemahan, sementara ETF perlahan membangun fondasi jangka panjang. Beberapa candle berikutnya akan menentukan kekuatan mana yang menang.
Keeta menjadi salah satu token RWA yang patut diawasi memasuki Februari 2026. Token ini naik sekitar 55% dalam 30 hari terakhir, menjadikannya salah satu aset dunia nyata dengan performa terbaik di periode tersebut. Kenaikan ini tidak terjadi karena lonjakan sesaat. Harganya terus naik stabil sejak awal Januari, menandakan permintaan berkelanjutan dan bukan sekadar hype jangka pendek.
Namum, momentum mulai mendingin. Dalam 24 jam terakhir, harga KTA turun nyaris 10%, yang mengindikasikan sebagian trader mungkin mulai melakukan aksi ambil untung. Koreksi inilah yang membuat Keeta jadi contoh menarik, tidak sekadar token momentum biasa.
Data on-chain menunjukkan ada perbedaan sikap di antara holder besar. Dalam 30 hari terakhir, whale standar mengurangi kepemilikannya sebesar 3,53%, menandakan kehati-hatian setelah reli yang kuat.
Pada saat bersamaan, mega whale justru menambah eksposur mereka sebesar 1,96%. Perbedaan di antara kelompok whale ini sangat penting. Hal ini menunjukan ada perbedaan pendapat, apakah reli ini sudah berakhir atau hanya istirahat sebentar.
Grafik harga KTA saat ini berpihak pada mega whale. Keeta sedang membentuk pola inverse head and shoulders, sebuah struktur yang sering muncul sebelum pergerakan naik berlanjut. Garis neckline berada di sekitar US$0,34, sementara harga saat ini diperdagangkan di kisaran US$0,30, sehingga pemicu breakout ada sekitar 10% di atas level sekarang.
Penutupan harian di atas US$0,34 akan memicu potensi kenaikan sekitar 73%, memperkuat kepemimpinan Keeta di antara proyek aset dunia nyata.
Risiko masih jelas terlihat. Jika gagal menembus kembali ke US$0,31 dengan konsisten dan malah turun di bawah US$0,27, maka bagian bahu kanan akan melemah. Break tegas di bawah US$0,20 akan sepenuhnya menginvalidasi struktur bullish tersebut.
Keeta tetap menjadi salah satu token RWA yang secara teknikal paling menarik untuk dipantau, tapi bulan Februari akan menentukan apakah optimisme mega whale atau justru kehati-hatian whale besar yang akan menang.
Maple Finance kembali ke daftar token RWA yang perlu dipantau untuk bulan kedua berturut-turut, dan alasannya sederhana. Sementara token aset dunia nyata lain seperti Chainlink dan Keeta turun 3% sampai 10% selama sebulan terakhir, SYRUP tetap bertahan kuat.
Harga SYRUP naik 11,5% dalam 30 hari terakhir dan hanya turun 1% dalam 24 jam terakhir, bahkan saat sektor RWA secara umum kesulitan. Kekuatan relatif itu sudah menjadi sinyal, dan data on-chain semakin menguatkan alasannya.
Whale terus menambah posisi SYRUP meski ada koreksi jangka pendek. Pada 26 Januari, kepemilikan whale tercatat sebesar 455,82 juta SYRUP. Sampai 29 Januari, angkanya naik menjadi 461,13 juta. Yang penting, akumulasi kembali terjadi dalam 24 jam terakhir setelah jeda singkat, menunjukkan keyakinan berkelanjutan dan bukan sekadar pembelian satu kali.
Struktur harga menjelaskan alasannya. Sejak awal November, SYRUP diperdagangkan di dalam pola segitiga simetris, mencerminkan tarik menarik berkepanjangan antara pembeli dan penjual.
Saat ini, level-level penting mulai menjadi sorotan. Pembeli terlihat jelas mempertahankan US$0,33, dengan sumbu bawah panjang yang menunjukkan permintaan berulang. Selama SYRUP bertahan di atas level ini, struktur tetap konstruktif.
Pergerakan ke arah US$0,37 adalah ujian kenaikan pertama. Penutupan harian di atas US$0,37 akan menembus resistance segitiga dan membuka jalan ke US$0,39, US$0,41, dan bahkan potensi ke US$0,48 jika reli berlanjut.
Di sisi bawah, jika kehilangan US$0,33 maka struktur akan melemah. Jika menembus di bawah US$0,30, momentum akan berubah menjadi bearish dan US$0,28 berpotensi jadi level bawah berikutnya.
Namun, karena whale masih terus mengakumulasi, level bawah tersebut sepertinya akan tetap dipertahankan kecuali kondisi pasar memburuk drastis. Di antara token RWA yang perlu diamati, SYRUP menonjol bukan karena pergerakan eksplosif, tetapi karena konsistensinya.

