Cryptoharian – Pelemahan dolar Amerika belum mampu memicu reli pada harga Bitcoin (BTC), meski emas dan aset ‘hard’ lain terus mengalami penguatan. Menurut analCryptoharian – Pelemahan dolar Amerika belum mampu memicu reli pada harga Bitcoin (BTC), meski emas dan aset ‘hard’ lain terus mengalami penguatan. Menurut anal

Ini Alasan Bitcoin Tak Reli saat Dolar Melemah Versi JPMorgan

Cryptoharian – Pelemahan dolar Amerika belum mampu memicu reli pada harga Bitcoin (BTC), meski emas dan aset ‘hard’ lain terus mengalami penguatan.

Menurut analis dari JPMorgan, perbedaan arah ini terjadi karena penurunan dolar saat ini lebih dipicu oleh faktor jangka pendek, seperti arus modal dan sentimen, bukan perubahan fundamental pada prospek pertumbuhan atau kebijakan moneter.

JPMorgan mencatat index dolar (DXY) turun sekitar 10 persen dalam setahun terakhir, dengan tarif dan dinamika pasar ikut menjadi latar. Namun, mereka menilai pelemahan terbaru terutama didorong oleh pergeseran aliran dana dan psikologi pasar.

Bahkan para strategis menyebut bahwa selisih suku bunga justru bergerak menguntungkan dolar Amerika sejak awal tahun, sehingga depresiasi ini dinilai lebih mirip episode penurunan dolar yang bersifat sementara pada April tahun lalu. Karena itu, JPMorgan memperkirakan dolar berpotensi stabil jika ekonomi Amerika menguat.

Di sisi kripto, situasinya justru mematahkan pola yang sering dipegang investor. Secara historis, Bitcoin kerap bergerak berlawanan arah dengan dolar dan imbal hasil obligasi AS, sehingga pelemahan dolar biasanya memberi ruang bagi BTC untuk naik.

Baca Juga: 6 Cara ‘Nyeleneh’ yang Pernah Dilakukan Orang Untuk Menambang Bitcoin

Kali ini, menurut JPMorgan, hal itu tidak terjadi karena pasar tidak memperlakukan Bitcoin sebagai “hedge” klasik terhadap pelemahan mata uang. BTC lebih bergerak seperti aset risiko yang sensitif terhadap likuiditas, bukan penyimpan nilai seperti emas.

JPMorgan menilai Bitcoin tetap mengikuti sentimen risk on/risk off dan kondisi likuiditas makro. Tekanan pada BTC juga muncul ketika The Fed mempertahankan suku bunga dan Ketua The Fed Jerome Powell mempertahankan nada yang relatif hawkish. Dalam konteks ini, emas dan aset hard lain justru tampil lebih ‘murni’ sebagai lindung nilai, sehingga reli mereka lebih konsisten saat dolar melemah.

Ke depan, JPMorgan memperkirakan Bitcoin akan terus tertinggal dari lindung nilai makro tradisional sampai faktor pendorong utama pasar bergeser dari sentimen dan arus jangka pendek menuju dinamika pertumbuhan atau suku bunga yang lebih jelas.

Di saat yang sama, pasar juga disebut memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Juni, seiring perubahan kepemimpinan di Bank Sentral Amerika.

Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.