Indeks US ISM Manufacturing Purchasing Managers Index (PMI) mencapai 52,6 pada Januari 2026, menembus level krusial 50 untuk pertama kalinya dalam setahun. HasiIndeks US ISM Manufacturing Purchasing Managers Index (PMI) mencapai 52,6 pada Januari 2026, menembus level krusial 50 untuk pertama kalinya dalam setahun. Hasi

PMI Manufaktur AS Capai Level Tertinggi dalam 3 Tahun: Apa Dampaknya bagi Bitcoin?

durasi baca 3 menit

Indeks US ISM Manufacturing Purchasing Managers Index (PMI) mencapai 52,6 pada Januari 2026, menembus level krusial 50 untuk pertama kalinya dalam setahun.

Hasil bulan Januari menandai perubahan dari kontraksi ke ekspansi. Para investor dan analis kini mulai menelusuri keterkaitan antara tren PMI manufaktur dan siklus harga Bitcoin.

PMI AS Breakout Batas Ekspansi setelah Satu Tahun Lesu

US ISM Manufacturing PMI adalah indikator ekonomi yang sangat diperhatikan karena menyajikan gambaran awal tentang kesehatan sektor manufaktur AS. Indeks ini dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM).

Indeks ini berdasarkan survei kepada para purchasing manager di seluruh Amerika Serikat. Para eksekutif tersebut melaporkan perubahan terkait pesanan baru, tingkat produksi, ketenagakerjaan, pengiriman dari pemasok, dan inventaris, sehingga memberikan wawasan secara real-time mengenai aktivitas pabrik.

PMI diukur dalam skala 0 sampai 100. Jika angkanya di atas 50, berarti ada ekspansi aktivitas manufaktur, sementara angka di bawah 50 menunjukkan kontraksi.

Pada Januari 2026, ISM Manufacturing PMI melampaui perkiraan dengan naik menjadi 52,6 dari 47,9 pada Desember 2025. Angka ini merupakan pembacaan terkuat sejak Agustus 2022 dan menandai kembalinya ekspansi setelah hampir satu tahun mengalami kontraksi.

  • Baca Juga: Harga XRP Turun: Outflow ETF dan Potensi Rebound
US ISM Manufacturing PMI Untuk Januari 2026US ISM Manufacturing PMI Untuk Januari 2026 | Sumber: Trading Economics

Ini juga merupakan kali pertama indeks bergerak di atas batas 50 sejak Januari 2025. Lonjakan sebesar 4,6 poin ini menunjukkan perubahan sentimen yang cukup besar dalam sektor manufaktur.

Apa Arti Ekspansi PMI Manufaktur untuk Bitcoin?

Kenaikan terbaru US Manufacturing PMI telah memicu optimisme di kalangan komunitas kripto. Pertanyaan utamanya adalah: mengapa? Analis menyampaikan bahwa periode ekspansi PMI sering terjadi bersamaan dengan reli besar Bitcoin.

Trader kripto Michaël van de Poppe juga mendukung pandangan serupa, dengan menyoroti bahwa bull market Bitcoin dan aset kripto sebelumnya cenderung terjadi ketika PMI tetap di atas level 50.

Sekarang, dengan indeks kembali ke wilayah ekspansi, ia menyampaikan bahwa kondisi makro bisa mendukung momentum kenaikan yang berkelanjutan di pasar aset digital.

Analis kripto TheRealPlanC juga berpendapat bahwa Bitcoin seharusnya dianalisis menggunakan kerangka ekonomi makro dan siklus bisnis yang lebih luas, bukan hanya dengan narasi halving empat tahunan saja.

Manufacturing PMI: Indikator Kebijakan Moneter, Bukan Pemicu Langsung Bitcoin

Beberapa analis mengingatkan bahwa lonjakan PMI bukan penyebab langsung pergerakan harga Bitcoin. Brett menjelaskan bahwa indeks ini lebih banyak menandakan perubahan kebijakan moneter di masa depan. Memahami perbedaan ini sangat penting untuk membangun ekspektasi terhadap pasar kripto.

Brett menerangkan bahwa meskipun pembacaan ini secara umum bullish untuk ekonomi, hal tersebut membawa catatan penting bagi pasar. ISM yang lebih kuat biasanya mengurangi urgensi The Fed untuk menurunkan suku bunga.

Secara historis, periode ketika ISM berada di wilayah ekspansi membuat The Fed cenderung menahan atau bahkan menaikkan suku bunga daripada beralih ke pelonggaran. Suku bunga yang lebih tinggi umumnya kurang menguntungkan untuk pasar kripto. Kondisi keuangan yang lebih ketat biasanya mengurangi likuiditas serta menghambat minat risiko aset seperti Bitcoin.

Analis tersebut juga menyoroti adanya beberapa divergensi historis antara Bitcoin dan indeks ini. Pada 2014 hingga 2015 dan lagi pada 2018 hingga 2019, pembacaan ISM berkisar antara 52 hingga 59, namun Bitcoin justru memasuki bear market berkepanjangan.

Sebaliknya, dari 2023 hingga 2025, ISM tetap di bawah 50 selama kurang lebih dua tahun, tetapi Bitcoin melonjak sekitar 700%.

Dengan proyeksi yang terbelah, beberapa bulan ke depan akan menjadi penentu apakah peningkatan aktivitas manufaktur AS bisa berubah menjadi pemulihan Bitcoin yang berkelanjutan, atau tetap menjadi sinyal makro yang dampaknya terbatas pada harga kripto.

Bagaimana pendapat Anda tentang efek lonjakan manufaktur AS terhadap harga Bitcoin ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.