Cryptoharian – CEO Galaxy Digital, Mike Novogratz menilai ancaman quantum computing terhadap Bitcoin kerap dibesar-besarkan sebagai ‘narasi jualan’ di tengah pasar yang sedang melemah. Ia mengatakan komunitas pengembang Bitcoin diyakininya akan mampu melakukan peningkatan teknologi yang membuat jaringan lebih tahan terhadap quantum, sebelum resiko itu benar-benar menjadi masalah nyata.
Dalam paparan pada earnings call kuartal IV 2025, Novogratz menjelaskan bahwa penjelasan yang ia terima dari para ahli di sekitar pengembang inti Bitcoin adalah sederhana, seiring dunia mendekati era quantum yang lebih matang, Bitcoin juga akan bergerak menuju pendekatan quantum-resisten, dan perubahan kode akan dilakukan ‘tepat waktu’ untuk menjaga keamanan jaringan.
Meski begitu, Novogratz justru menilai resiko yang lebih serius bukan datang dari luar, melainkan dari dalam. Menurutnya, ancaman terbesar bagi Bitcoin adalah jika terjadi perpecahan atau konflik berkepanjangan di antara pengembang sehingga kesepakatan upgrade sulit tercapai. Namun, ia menambahkan bahwa ia tidak melihat skenario itu akan terjadi.
“Saya kira dalam long run, quantum tidak akan jadi isu besar untuk kripto. Quantum kemungkinan menjadi persoalan besar bagi dunia secara luas, tetapi Bitcoin, khususnya dinilai punya kapasitas untuk beradaptasi,” ungkap Novogratz.
Baca Juga: Investor Harus Hati-Hati, Ini Tanda Bahaya Menyoal Emas, Bitcoin dan Pasar Global
Komentar tersebut ia sampaikan saat menyinggung pelemahan pasar terbaru. Bitcoin turun ke level turun ke level terendah sejak kemenangan pemilu Donald Trump, dan diperdagangkan di atas US$ 76.000, turun sekitar 3 persen dalam 24 jam terakhir, menurut CoinGecko.
Novogratz menilai tekanan jual saat ini lebih banyak dipicu oleh pasokan dari distribusi pemegang jangka panjang, bukan runtuhnya keyakinan pasar. Ia mengakui penurunan lanjutan masih mungkin terjadi, tetapi instingnya menyebut pasar lebih dekat ke titik rendah siklus ketimbang awal ‘crypto winter’ panjang berikutnya.
“Selain itu, perlu diingat juga legislasi struktur pasar kripto di Amerika sebagai katalis potensial. Aturan yang lebih jelas dapat membuka jalur permintaan baru melalui Wall Street, sekaligus memperkuat posisi Bitcoin sebagai aset makro yang didukung investor ritel dan institusional,” pungkas Novogratz.
Di sisi kinerja perusahaan, Galaxy Digital melaporkan rugi bersih GAAP US$ 241 juta untuk tahun penuh 2025. Namun segmen aset digital perusahaan mencatat adjusted gross profit US$ 505 juta, naik 67 persen dibanding tahun sebelumnya.
