Chairman BitMine Immersion Technologies, Tom Lee, menyampaikan bahwa kerugian belum terealisasi pada kepemilikan Ethereum (ETH) perusahaan saat pasar turun merupakan “fitur, bukan kekurangan,” sambil menekankan model treasury perusahaan yang berfokus pada Ethereum.
Pernyataannya muncul ketika kerugian di atas kertas treasury ETH terbesar dunia tersebut melonjak menjadi lebih dari US$6 miliar di tengah penurunan pasar secara luas yang telah mendorong harga aset kripto terbesar kedua ini ke posisi terendah dalam beberapa bulan terakhir.
Data BeInCrypto Markets menunjukkan bahwa Ethereum telah turun lebih dari 24% dalam sepekan terakhir. Ini menjadi penurunan mingguan terparah di antara 10 aset kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar.
Pada hari Selasa, ETH sempat turun ke US$2.109 di Binance, level terendah sejak Mei 2025. Pada waktu publikasi, altcoin ini diperdagangkan di US$2.270, turun 3,06% dalam 24 jam terakhir.
Aksi jual yang tajam ini menambah tekanan pada treasury aset kripto, di mana holder besar menghadapi kerugian belum terealisasi yang signifikan di tengah melemahnya pasar secara keseluruhan.
Berdasarkan data CryptoQuant, BitMine saat ini menanggung kerugian di atas kertas sekitar US$6,4 miliar dari kepemilikan Ethereum mereka.
Beberapa pengkritik bahkan mengkhawatirkan bahwa kepemilikan besar seperti ini dapat membatasi pertumbuhan harga ETH di masa depan jika BitMine memilih untuk melakukan likuidasi. Namun, dalam sebuah postingan di X (dulu Twitter), Lee membantah kritik terhadap perusahaan treasury yang berfokus pada Ethereum, sembari menilai bahwa kerugian yang terjadi baru-baru ini justru mencerminkan kondisi pasar, bukan kelemahan struktural.
Ia menuturkan BitMine memang dirancang untuk mengikuti harga Ethereum dan bahkan berpotensi mengunggulinya sepanjang satu siklus pasar penuh. Sebab, ketika pasar aset kripto secara luas sedang lesu, penurunan ETH juga secara alami menghasilkan kerugian di atas kertas.
Pernyataan terbaru ini muncul usai chairman BitMine mengisyaratkan bahwa volatilitas terkini di Bitcoin dan Ethereum kemungkinan bersifat sementara. Ini menggambarkan keyakinan sang eksekutif terhadap Ethereum, yang juga diperkuat lewat aksi pembelian ETH oleh BitMine secara berkelanjutan.
Berdasarkan CoinGecko, perusahaan sudah membeli lebih dari 141.000 ETH dalam sebulan terakhir, sehingga total kepemilikannya mencapai 4.285.125 ETH. Perusahaan bukan satu-satunya yang menambah aset ETH.
Data on-chain menunjukkan adanya akumulasi Ethereum aktif oleh investor. Lookonchain mendeteksi tiga wallet yang sebelumnya tidak aktif—kemungkinan saling terkait—membelanjakan US$13,1 juta untuk membeli 5.970 ETH di harga rata-rata US$2.195 selama penurunan baru-baru ini. Dalam transaksi terpisah, satu OTC whale membeli 33.000 ETH senilai US$76,6 juta.
Meski akumulasi terus berlangsung, tekanan jual juga meningkat di sisi lain pasar. Trend Research yang dipimpin Jack Yi, secara konsisten mengalihkan ETH ke exchange.
Berdasarkan OnChain Lens, perusahaan tersebut hari ini menyetor 15.000 ETH bernilai US$33,08 juta ke Binance. Secara total, Trend Research telah memindahkan 153.588 ETH ke exchange.
Aksi jual ini terjadi di saat posisi perusahaan masih mencatatkan kerugian di atas kertas yang signifikan, menambah tekanan di tengah volatilitas pasar yang terus terjadi. Jika penurunan harga Ethereum terus berlanjut, likuidasi sangat mungkin terjadi, dengan estimasi Trend Research titik likuidasi sekitar US$1.800 per ETH.
Kontras antara akumulasi stabil BitMine dan aksi jual Trend Research menyoroti strategi berbeda yang membentuk pasar Ethereum di bulan Februari 2026.

