Selamat datang di US Crypto News Morning Briefing—ringkasan penting mengenai perkembangan paling berpengaruh di dunia aset kripto untuk hari ini.
Ambil secangkir kopi dan bersiaplah: pasar bergerak dengan cara yang tidak diduga banyak orang. Satu aset bergerak liar dengan sangat fluktuatif, sementara yang lain kesulitan mengejar. Trader dan investor mengamati dengan cermat seiring volatilitas mengubah narasi yang sudah dikenal, menandakan bahwa tidak ada yang benar-benar seperti tampaknya.
Emas kini melampaui Bitcoin di tengah gejolak pasar. Pergerakan harga emas baru-baru ini bahkan melampaui Bitcoin, menyoroti pembalikan risiko yang jarang terjadi dan tidak banyak diprediksi investor.
Data menunjukkan volatilitas 30 hari pada emas melonjak ke puncak baru, yaitu 48,68, dan berada di 41,04 pada waktu publikasi. Menariknya, level ini belum pernah tercapai sejak krisis keuangan 2008.
Untuk perbandingan, volatilitas Bitcoin saat ini berada di kisaran 39%, meski memiliki reputasi sebagai aset yang sangat spekulatif.
Peningkatan volatilitas emas terjadi setelah penurunan tajamnya yang terbesar dalam lebih dari satu dekade, termasuk penurunan hampir 10% dalam satu sesi, dari puncak US$5.600 turun menjadi sekitar US$4.400 per ons di perdagangan Asia.
Sejak Bitcoin diciptakan 17 tahun lalu, emas hanya dua kali lebih volatil. Kejadian terbaru terjadi pada Mei 2019 saat tensi dagang meningkat akibat ancaman tarif dari Presiden AS Donald Trump.
Pergeseran harga ekstrem pada emas terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi makro yang lebih luas. Seperti yang diulas dalam publikasi US Crypto News baru-baru ini, kekhawatiran akan ketidakstabilan geopolitik, pelemahan mata uang, serta pertanyaan soal independensi The Fed mendorong investor memburu logam mulia.
Pulihnya harga emas juga sangat dramatis, dengan harga XAU naik kembali melampaui US$5.000 per ons, meningkat 17% hanya dalam 48 jam.
Selama periode yang sama, emas menambahkan US$4,74 triliun ke kapitalisasi pasarnya, sedangkan perak naik US$1 triliun. Ini membuat pertumbuhan total kapitalisasi pasar logam mulia hampir mencapai US$6 triliun dalam dua hari.
Rebound ini mencerminkan akumulasi kuat dari investor institusi dan investor bermodal besar, di mana aksi beli konsisten di setiap penurunan harga menunjukkan siapa yang terus menambah logam mulia ini, terlepas dari sentimen negatif di pasar.
Meski di tengah volatilitas, emas tetap menjadi aset safe haven, naik sekitar 66% secara tahunan, sementara Bitcoin anjlok lebih dari 20% dalam periode yang sama.
Perbandingan ini memperlihatkan bahwa, di saat tekanan ekonomi makro meningkat, logam mulia tradisional masih menjadi primadona dalam portofolio investor dan menyalip aset digital berprofil tinggi sekalipun.
Seiring tekanan geopolitik dan kebijakan moneter terus berlanjut, volatilitas baru emas sepertinya masih akan menjadi sorotan dan menyediakan peluang sekaligus risiko bagi trader yang mencari perlindungan dari fluktuasi pasar secara umum.
Berikut ringkasan berita kripto AS lain yang patut dipantau hari ini:
| Perusahaan | Penutupan per 3 Februari | Ringkasan Pre-Market |
| Strategy (MSTR) | US$133,26 | US$132,55 (-0,53%) |
| Coinbase (COIN) | US$179,66 | US$178,89 (-0,43%) |
| Galaxy Digital Holdings (GLXY) | US$21,98 | US$22,11 (+0,59%) |
| MARA Holdings (MARA) | US$9,05 | US$8,99 (-0,66%) |
| Riot Platforms (RIOT) | US$15,34 | US$15,32 (-0,13%) |
| Core Scientific (CORZ) | US$17,74 | US$17,65 (-0,51%) |
