Proyek blockchain Aster resmi meluncurkan testnet publik untuk jaringan layer-1 (L1) miliknya yang diberi nama Aster Chain. Peluncuran ini menjadi langkah besar Aster dalam membangun ekosistem blockchain yang dirancang khusus untuk mendukung perdagangan perpetual decentralized exchange (perp DEX) dengan kapasitas tinggi.
Aster menargetkan peluncuran mainnet pada kuartal I (Q1) 2026, seiring meningkatnya aktivitas perdagangan perp DEX on-chain yang terus mencetak rekor sepanjang 2025.
Dalam pengumumannya, Aster menyebut Aster Chain sebagai blockchain layer-1 kustom yang dirancang untuk menghadirkan sistem perdagangan perpetual yang ultra-scalable. Jaringan ini juga dikembangkan dengan fitur privasi untuk meningkatkan efisiensi transaksi dan keamanan pengguna.
Peluncuran testnet dilakukan secara publik, sehingga komunitas dan pengembang kini dapat mulai mencoba infrastruktur Aster Chain sebelum masuk tahap mainnet.
Langkah ini dilakukan di tengah pertumbuhan eksplosif volume perdagangan perpetual DEX, yang pada 2025 dilaporkan telah mencapai angka triliunan dolar.
Pergerakan harga Aster (ASTER/USDT) pada Jumat, 6 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Bersamaan dengan kabar peluncuran testnet, token ASTER mencatat lonjakan harga signifikan. Berdasarkan data perdagangan terbaru, ASTER diperdagangkan di level sekitar $0,556 atau naik 17,05% dalam 24 jam terakhir.
Token tersebut sempat bergerak pada rentang harga harian dengan level terendah di $0,415 dan tertinggi mencapai $0,562.
Kapitalisasi pasar ASTER saat ini tercatat sekitar $1,37 miliar, menempatkannya di peringkat #49 aset kripto populer. Sementara volume perdagangan 24 jam mencapai sekitar $301 juta.
Meski mengalami lonjakan harian, kinerja harga ASTER dalam jangka menengah masih menunjukkan tekanan. Dalam 30 hari terakhir, ASTER turun sekitar 25,24%, kemudian melemah 41,39% dalam 60 hari, dan turun 46,93% dalam 90 hari terakhir.
Secara mingguan, ASTER juga masih mencatat penurunan sekitar 8,14%.
Token ASTER memiliki suplai beredar sebesar 2,48 miliar, dari total maksimum suplai 8 miliar. Kapitalisasi pasar fully diluted tercatat berada di kisaran $4,43 miliar.
Peluncuran testnet ini menjadi sinyal bahwa Aster serius membangun infrastruktur layer-1 untuk mendukung ekosistem perdagangan derivatif terdesentralisasi. Jika target mainnet Q1 2026 tercapai, Aster Chain berpotensi menjadi salah satu jaringan baru yang bersaing di sektor blockchain khusus perp trading yang kini sedang berkembang pesat.
Dengan meningkatnya minat terhadap perp DEX dan adopsi derivatif kripto on-chain, Aster Chain diproyeksikan akan menjadi proyek yang diperhatikan pasar menjelang 2026.
Menurut Tim Reserach Tokocrypto, strategi “First to List” untuk aset panas seperti $WARD adalah cara efektif bagi DEX baru untuk mencuri pangsa pasar. Kompetisi trading memberikan insentif tambahan bagi trader untuk mencoba likuiditas platform.
Baca juga: Aster vs Hyperliquid: Perbandingan Platform Perpetual DEX
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Aster Resmi Rilis Testnet L1, Harga ASTER Naik 17% ke $0,55 appeared first on Tokocrypto News.


