Commodity Futures Trading Commission (CFTC) Amerika Serikat memperluas kerangka kerja jaminan aset digital pada 6 Februari.
Pembaruan ini secara eksplisit mengizinkan futures commission merchants (FCM) menerima stablecoin yang diterbitkan oleh bank trust nasional sebagai margin.
Revisi ini, yang dijelaskan dalam Staff Letter 25-40, menjadi langkah penting untuk memperbaiki panduan yang diterbitkan pada bulan Desember lalu.
Panduan sebelumnya tanpa sengaja menciptakan sistem dua tingkat dengan membatasi stablecoin yang bisa digunakan sebagai pembayaran hanya untuk stablecoin yang diterbitkan oleh perusahaan pengiriman uang atau trust company yang diatur negara bagian.
Hal ini secara tidak langsung membuat bank trust nasional yang mendapat izin federal tersingkir dari pasar jaminan derivatif tokenisasi yang sedang berkembang.
Oleh sebab itu, pengecualian sebelumnya dari daftar jaminan yang memenuhi syarat merupakan kesalahan yang tidak disengaja dan harus segera diperbaiki.
Dengan pembaruan ini, stablecoin yang diterbitkan oleh bank trust nasional kini setara dengan aset dari penerbit yang diatur negara bagian, seperti Circle dan Paxos.
Ketua CFTC Mike Selig memandang revisi ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat dominasi Amerika di sektor aset digital.
Pembaruan ini sangat penting bagi industri kliring, yang selama ini kesulitan menggabungkan aset digital ke dalam alur kerja penyelesaian tradisional.
Salman Banei, general counsel dari Plume Network, menyoroti pentingnya pembenahan ini dari sisi operasional, dengan menyampaikan:
Komisi menyatakan tidak akan merekomendasikan tindakan penegakan hukum terhadap FCM yang menerima aset baru yang memenuhi syarat. Tapi, kelonggaran ini hanya berlaku jika mereka mengikuti protokol pelaporan yang telah ditingkatkan sesuai surat no-action.
Langkah terbaru ini juga merupakan bagian dari program percobaan yang lebih luas yang telah diluncurkan oleh komisi sejak tahun lalu.
Melalui inisiatif ini, FCM untuk sementara diizinkan memanfaatkan Bitcoin, Ethereum, dan stablecoin yang memenuhi syarat sebagai jaminan untuk perdagangan derivatif.
namun, CFTC menegaskan bahwa keringanan ini disertai dengan pengawasan ketat.
FCM yang berpartisipasi harus mengirim laporan rutin berisi rincian kepemilikan aset digital mereka dan wajib langsung melaporkan setiap gangguan operasional besar, masalah, atau insiden keamanan siber.
Mekanisme pelaporan ini pada dasarnya menempatkan industri dalam regulatory sandbox, di mana ketahanan operasional selama masa percobaan akan menjadi penentu kelayakan jangka panjang crypto-collateral.

