Pada Januari 2026, Tiongkok melampaui Argentina sebagai eksportir kendaraan terbesar ke Brasil, menandai pergeseran dalam perdagangan otomotif. Impor kendaraan Tiongkok ke Brasil meningkat signifikan, mencapai 16.800 unit, dibandingkan dengan 13.400 unit Argentina. Perkembangan ini mencerminkan dominasi merek Tiongkok yang terus tumbuh di Brasil, pasar mobil terbesar di Amerika Selatan.
Menurut laporan SCMP, kesuksesan Tiongkok di Brasil telah mengurangi keunggulan perdagangan Argentina yang sudah berlangsung lama di kawasan ini. Secara tradisional, kendaraan Argentina mengandung banyak komponen buatan Brasil, sementara kendaraan Tiongkok dirakit sepenuhnya, melewati rantai pasokan otomotif Brasil.
Pada Januari, impor mobil Tiongkok ke Brasil mencapai total $375 juta, menandai peningkatan 10 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini menyumbang 65% dari total nilai impor mobil Brasil pada bulan tersebut.
Peningkatan ini mencerminkan strategi Tiongkok dalam penetrasi pasar yang cepat dan investasi jangka panjang di industri otomotif Brasil. Perusahaan seperti BYD dan Great Wall Motors memimpin ekspansi ini dengan meningkatkan impor sambil mengembangkan kemampuan produksi lokal.
Produsen mobil Tiongkok tidak hanya fokus pada impor tetapi juga membangun pabrik di Brasil. BYD, misalnya, berinvestasi lebih dari $1 miliar untuk mengubah pabrik perakitan Ford di Bahia untuk memproduksi kendaraan secara lokal. Investasi ini, sebagai bagian dari ekspansi BYD ke pasar Brasil, akan membantu perusahaan meningkatkan produksi sambil mempertahankan biaya produksi rendah melalui proses perakitan semi-knocked-down (SKD).
Strategi produsen mobil Tiongkok di Brasil mencerminkan pola yang terlihat di pasar global lainnya. Setelah mengimpor kendaraan, mereka mendirikan produksi lokal dan akhirnya meningkatkan kapasitas produksi. Metode ini memungkinkan mereka beradaptasi dengan kebutuhan pasar lokal dan meminimalkan biaya rantai pasokan.
Meskipun produsen mobil Tiongkok telah membuat langkah besar, industri lokal Brasil menghadapi tantangan. Asosiasi Produsen Mobil Brasil (Anfavea) menyatakan kekhawatiran tentang dampak meningkatnya impor terhadap manufaktur lokal dan lapangan kerja.
Asosiasi ini berpendapat bahwa metode perakitan semi-knocked-down menciptakan lebih sedikit pekerjaan rantai pasokan dibandingkan proses manufaktur penuh. Namun, dengan penjualan kendaraan elektrifikasi di Brasil mencapai rekor 16,8%, produsen mobil Tiongkok memanfaatkan permintaan yang terus meningkat untuk kendaraan listrik.
Postingan Tiongkok Melampaui Argentina Menjadi Eksportir Mobil Teratas Brasil pertama kali muncul di CoinCentral.


