Terrill Dicki
19 Agu 2025 03:22
Mengeksplorasi potensi blockchain sebagai infrastruktur inti dalam keuangan tradisional, sambil mengkaji pergerakan industri utama dari Circle dan Stripe dalam sistem pembayaran.
Blockchain sebagai Infrastruktur Penting untuk TradFi
Dalam lanskap keuangan yang terus berkembang, integrasi teknologi blockchain ke dalam keuangan tradisional (TradFi) semakin dipandang sebagai hal yang penting, menurut laporan dari a16z crypto. Seiring dengan kematangan teknologi blockchain, perannya dalam meningkatkan transparansi, keamanan, dan efisiensi dalam operasi keuangan menjadi tak terbantahkan. Lembaga keuangan secara bertahap mengakui potensi blockchain untuk merevolusi infrastruktur mereka.
Pemain Industri Utama: Circle dan Stripe
Di tengah minat yang berkembang terhadap blockchain, perusahaan seperti Circle dan Stripe membuat langkah signifikan dalam persaingan untuk mendominasi jalur pembayaran. Perusahaan-perusahaan ini bertujuan memanfaatkan blockchain untuk merampingkan proses pembayaran, menawarkan solusi yang lebih efisien dan hemat biaya dibandingkan dengan metode tradisional. Kemajuan mereka dapat menjadi landasan untuk adopsi blockchain yang lebih luas dalam transaksi keuangan secara global.
Tantangan Hukum dan Regulasi
Lanskap hukum seputar blockchain dan mata uang kripto tetap kompleks. Baru-baru ini, Roman Storm, salah satu pendiri Tornado Cash, dinyatakan bersalah atas konspirasi mengoperasikan bisnis pengiriman uang tanpa lisensi, keputusan yang dapat berdampak signifikan pada ekosistem blockchain. Kasus ini menyoroti potensi risiko hukum yang dihadapi pengembang, yang berpotensi menghambat inovasi dalam teknologi yang menjaga privasi.
Michele Korver, Kepala Regulasi di a16z crypto, menekankan pertarungan hukum yang sedang berlangsung dan pentingnya melindungi pengembang melalui legislasi dan pembuatan aturan regulasi. Dia mencatat bahwa Storm memiliki beberapa dasar untuk banding, menunjukkan bahwa wacana hukum seputar blockchain masih jauh dari selesai.
Model Tata Kelola Inovatif untuk DAO
Dalam kemajuan tata kelola, Uniswap Foundation telah mengusulkan untuk mengadopsi model Decentralized Unincorporated Nonprofit Association (DUNA). Kerangka hukum ini bertujuan untuk melegitimasi operasi DAO tanpa mengorbankan desentralisasi. Jika disetujui, Uniswap Governance akan menjadi DAO terbesar yang mengadopsi model ini, menetapkan preseden untuk struktur tata kelola terdesentralisasi.
Demikian pula, Towns Protocol telah memperkenalkan struktur DUNA-nya sendiri, Towns Lodge, semakin menyoroti pergeseran menuju model tata kelola inovatif dalam ruang blockchain.
Seiring blockchain terus mendapatkan daya tarik dalam keuangan tradisional, integrasinya menjanjikan untuk membentuk kembali sistem keuangan, meningkatkan efisiensi dan keamanan. Namun, menavigasi lanskap hukum dan regulasi tetap menjadi tantangan kritis bagi pengembang dan institusi.
Sumber gambar: Shutterstock
Sumber: https://blockchain.news/news/blockchain-integration-new-era-traditional-finance



