Insight Tim Research Tokocrypto pada Riset Kripto 2–6 Februari 2026 menyoroti satu sinyal yang sering dianggap sebagai fase bottoming dalam siklus Bitcoin, yakni anjloknya hashrate jaringan secara ekstrem. Penurunan ini memicu kekhawatiran baru di pasar, sekaligus memunculkan pertanyaan besar—apakah Bitcoin benar-benar sedang memasuki fase bear market?
Seperti yang kita tahu, Hashrate Bitcoin sendiri mencerminkan total kekuatan komputasi yang mengamankan jaringan, dan ketika indikator ini turun tajam, biasanya menjadi pertanda bahwa para penambang (miner) sedang menghadapi tekanan, baik dari sisi harga, biaya operasional, maupun profitabilitas.
Data on-chain menunjukkan penurunan mencapai -16%, menjadi penurunan terdalam sejak larangan aktivitas mining di China pada 2021. Menandakan bahwa terjadi penurunan aktivitas penambangan Bitcoin yang sangat tajam, yang bisa disebabkan oleh tekanan finansial serius pada para miner.
Secara sederhana, hal ini terjadi karena sebagian besar penambang memilih menghentikan operasi karena tidak lagi dipandang menguntungkan untuk menjalankan mesin mining di tengah harga Bitcoin yang melemah.
Menurut Insight Tim Research Tokocrypto, penurunan hashrate sedalam -16% ini merupakan sinyal klasik miner capitulation, yang mana secara historis, fase ini sering muncul saat pasar berada di fase akhir tren turun (bottoming).
Miner capitulation adalah kondisi ketika penambang Bitcoin menyerah karena biaya operasional, terutama listrik, lebih tinggi daripada nilai Bitcoin yang mereka hasilkan.
Situasi ini biasanya terjadi saat harga BTC turun tajam sehingga penambang yang kurang efisien tidak lagi mampu bertahan.
Akibatnya, sebagian dari mereka menjual cadangan Bitcoin yang sebelumnya disimpan, menambah tekanan jual di pasar dan berpotensi menurunkan harga lebih jauh.
Data terbaru dari Bitbo menunjukkan bahwa miner capitulation sering kali berada di fase bottoming ketika grafik menunjukan warna biru, yang mana secara historis, setiap kali grafik mencapai fase biru (bottoming), tren jangka panjang menunjukkan pemulihan hashrate dan kenaikan difficulty, menandakan jaringan menemukan keseimbangan baru.
Secara historis, penurunan hashrate yang tajam sering beriringan dengan fase bearish atau transisi menuju bear market yang sering kali terjadi karena tekanan jual dari para miner yang harus menutupi kerugian akibat profitabilitas Bitcoin yang menurun.
Meskipun begitu, penurunan ini tidak secara langsung menjadi sinyal bear market namun sebagaimana dicatat oleh Tim Research Tokocrypto, yang jelas penurunan hashrate ini menandakan tekanan finansial serius pada para miner dan bagi yang ingin melakukan akumulasi perlu kehati-hatian ekstra sebelum memutuskan untuk benar-benar melakukan akumulasi.
Lebih lengkap mengenai insight terbaru mengenai pergerakan harga Bitcoin dan hashrate-nya, bisa kamu baca di: Riset Kripto 2-6 Feb 2026: Bitcoin Menurun, Altcoin Ada Harapan?!
Mulai perjalanan kriptomu dengan pastikan membeli token kripto terdaftar di resmi di Indonesia melalui exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto.
Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Hashrate Bitcoin Anjlok! Apakah Ini Pertanda Bear Market? appeared first on Tokocrypto News.

