Harga XRP baru-baru ini turun di bawah US$1,50, memperpanjang koreksi yang terjadi dan memunculkan kembali sinyal bottom yang terakhir kali terlihat hampir dua tahun lalu. Penurunan ini membuat XRP berada di bawah harga realizasinya, yang merupakan salah satu metrik on-chain penting.
Setelah itu, banyak investor panik dan melakukan penjualan, namun beberapa kelompok investor kini melihat kelemahan ini sebagai peluang potensi. Akan tetapi, pola historis menunjukkan kemungkinan fase konsolidasi lebih dalam atau zona nilai baru untuk akumulasi.
Skeptisisme investor semakin meningkat karena harga XRP masih kesulitan untuk pulih secara signifikan. Baik holder ritel maupun investor besar terus mengurangi eksposur mereka. Minimnya momentum kenaikan yang berkelanjutan telah melemahkan kepercayaan dan semakin menumbuhkan kekhawatiran terhadap risiko penurunan yang berkepanjangan dalam siklus pasar aset kripto saat ini.
Data on-chain menunjukkan bahwa alamat yang menyimpan antara 10.000 hingga 100.000 XRP telah mengurangi posisinya. Sementara itu, wallet besar yang memiliki antara 100 juta hingga 1 miliar XRP juga melakukan penjualan secara agresif. Secara total, kelompok ini telah melepas sekitar 350 juta XRP dalam lima hari terakhir.
Ingin mendapatkan insight token lainnya seperti ini? Daftar Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya melalui tautan ini.
Gelombang distribusi ini bernilai lebih dari US$483 juta. Arus keluar signifikan ini menyoroti pesimisme yang semakin dalam di antara pelaku pasar utama. Penjualan berkelanjutan dari para whale sering memicu sentimen pasar yang lebih luas, meningkatkan volatilitas jangka pendek dan menekan kestabilan harga XRP.
Pandangan makro untuk XRP berfokus pada metrik harga realisasi. Harga realisasi menunjukkan rata-rata biaya kepemilikan seluruh koin yang beredar sehingga memberikan gambaran lebih jelas terkait posisi agregat investor dibanding hanya harga spot saja.
Saat ini, harga spot XRP diperdagangkan di bawah harga realizasinya.
Ketika harga spot berada di bawah harga realisasi, pasar biasanya memasuki fase kerugian. Kondisi ini terakhir terjadi pada Juli 2024. Secara historis, situasi seperti ini dapat menjadi sinyal potensi bottom.
Namun, pemulihan tidak selalu terjadi dengan cepat dan mungkin membutuhkan masa konsolidasi yang lebih panjang.
Pola yang hampir sama juga terjadi pada tahun 2022. Setelah reli di awal 2021, harga XRP secara bertahap menurun.
Saat harga turun di bawah harga realisasi pada Mei 2022, periode bottom berlangsung hingga Maret 2023. Bila pola sejarah ini terulang, XRP bisa memasuki fase konsolidasi yang lama alih-alih rebound dengan cepat.
Meski investor ritel cenderung hati-hati, investor institusi tetap menunjukkan minat pada XRP. Berdasarkan data CoinShares, XRP mencatat arus masuk sebesar US$63,1 juta pada pekan yang berakhir 6 Februari. Kinerja ini melampaui Bitcoin, Ethereum, dan Solana pada periode yang sama.
Aliran dana sepanjang tahun ke produk XRP kini mencapai total US$109 juta. Sebaliknya, Bitcoin dan Ethereum justru mengalami arus keluar bersih. Perbedaan ini mengisyaratkan bahwa institusi bisa jadi melihat manfaat utilitas XRP dan use case pembayaran lintas batas sebagai faktor ketahanan di pasar aset digital yang lebih luas.
Arus masuk institusi dapat memberikan dukungan harga saat pasar sedang lemah. Alokasi modal yang berkelanjutan dari manajer aset bisa membatasi risiko penurunan. Walau tidak menghilangkan volatilitas, arus masuk ini berpotensi mencegah harga XRP memperpanjang fase bottom menjadi konsolidasi yang lama.
Harga XRP diperdagangkan di kisaran US$1,38 pada waktu publikasi, sedikit bertahan di atas level support US$1,37. Prospek jangka pendek terlihat semi-bullish di tengah sinyal investor yang campur aduk. Meskipun tekanan jual masih ada, arus masuk institusi dan pola bottom historis memberikan optimisme yang hati-hati.
Target terdekat XRP adalah kembali menembus dan mempertahankan level US$1,52 sebagai support. Level tersebut bisa menjadi titik psikologis penting untuk mengurangi tekanan jual. Bila sentimen investor membaik dan pembelian berlanjut, harga XRP berpotensi naik menuju US$1,77 dan mungkin menguji level US$2,00.
Namun, jika gagal menciptakan momentum bullish yang berkelanjutan, risiko penurunan akan meningkat. Jika harga XRP turun tegas di bawah US$1,37 maka bisa mengancam ke US$1,26. Jika level itu hilang, maka outlook positif bisa menjadi invalid dan membuka peluang ke US$1,12 apabila pasar tetap melemah.
