Eropa bertepuk tangan untuk kata-kata. Eropa tidak bertepuk tangan untuk kebijakan. Itulah suasana di Munich pada tahun 2026 ketika Marco Rubio berdiri di atas panggung dan mencoba menenangkan ruangan yang tegang selama setahun. Orang-orang mendengarkan dengan seksama. Mereka mengingat apa yang terjadi di sana pada tahun 2025. Tidak ada yang lupa.
Saat itu, JD Vance langsung menyerang Eropa. Dia mengatakan Eropa menjauh dari nilai-nilai bersama. Dia mengkritik bagaimana pemerintah menangani demokrasi, migrasi, dan kebebasan berbicara.
Pidato itu sangat keras. Banyak pembuat kebijakan di seluruh Eropa masih terganggu karenanya. Kenangan itu ada di ruangan bahkan sebelum Rubio berbicara.
Rubio memberitahu Eropa bahwa aliansi masih tetap berdiri
Rubio menjaga pesannya tetap sederhana. Dia mengatakan Amerika Serikat tidak meninggalkan Eropa. Dia mengatakan Amerika ingin Eropa tetap kuat. Dia mengangkat dua perang dunia. Dia mengatakan perang-perang itu membuktikan bahwa takdir Amerika Serikat dan Eropa terikat bersama.
Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul berbicara kepada wartawan di sela-sela acara. Johann mengatakan Rubio meyakinkan para pemimpin bahwa kemitraan antara Eropa dan Amerika Serikat masih ada. Dia mengakui ada masalah yang harus diselesaikan. Dia mengatakan kedua belah pihak berhasil di masa lalu dan harus menghadapi ancaman baru di abad ke-21.
Namun, tidak semua orang terdengar santai. Seorang menteri senior Eropa di ruangan itu mengatakan Rubio adalah pilihan terbaik yang tersedia dari pemerintahan ini. Menteri yang sama mengatakan hubungan transatlantik tidak seperti dulu lagi.
Menteri Eropa lainnya diduga mengatakan jika sesuatu rusak, sulit untuk memperbaikinya. Dia mengatakan Rubio mengulurkan tangan alih-alih penghinaan, tetapi tidak ada yang berubah secara fundamental.
Beberapa pejabat bahkan mengatakan pidato Vance tahun 2025 lebih mudah ditangani karena sangat agresif. Itu mendorong pemerintah di Eropa untuk bersatu dengan cepat. Nada Rubio yang lebih lembut membuat segalanya kurang jelas. Perbedaan pendapat masih ada. Hanya dikemas secara berbeda.
Para pemimpin mengamati tindakan terkait Ukraina, Greenland, tarif, dan Hongaria
Rubio melewatkan pertemuan dengan para pemimpin Eropa yang diharapkan berfokus pada Ukraina. Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte membela keputusan tersebut.
Mark mengatakan Rubio memiliki tugas penting lainnya. Dia mengatakan Amerika Serikat mengelola tanggung jawab global, bukan hanya Eropa. Dia mengatakan dia memahami konflik jadwal tersebut.
Konferensi Munich kini berfungsi seperti pemeriksaan tahunan untuk hubungan transatlantik. Tahun ini, itu terjadi hanya beberapa minggu setelah Presiden Donald Trump, presiden ke-47 yang memenangkan pemilihan 2024, mengancam tindakan militer untuk merebut Greenland dari Denmark, sekutu NATO. Dia kemudian mundur. Momen itu mengikuti tarif yang diberlakukan Trump pada negara-negara Eropa tahun lalu. Itu juga mengikuti dukungannya untuk kandidat Euroskeptik dalam pemilihan UE baru-baru ini.
Seorang diplomat senior UE mengatakan pesan sebenarnya Rubio bukan hanya dalam pidatonya. Diplomat tersebut menunjuk kunjungan Rubio ke Slovakia pada hari Minggu dan kemudian ke Hongaria. Kedua pemerintah sering berbenturan dengan Brussels. Rencana perjalanan itu menimbulkan pertanyaan serius di seluruh Eropa.
Sumber: https://www.cryptopolitan.com/europeans-applaud-shared-values-with-rubio/


