Cryptoharian – Di tengah sorotan global terhadap rilis dan penelaahan dokumen yang kembali memantik perbincangan soal jaringan eksploitasi, termasuk bagaimana uCryptoharian – Di tengah sorotan global terhadap rilis dan penelaahan dokumen yang kembali memantik perbincangan soal jaringan eksploitasi, termasuk bagaimana u

Chainalysis: Transaksi Kripto Terkait Eksploitasi Manusia Capai Ratusan Juta Dolar pada 2025

2026/02/16 13:05
durasi baca 3 menit

Cryptoharian – Di tengah sorotan global terhadap rilis dan penelaahan dokumen yang kembali memantik perbincangan soal jaringan eksploitasi, termasuk bagaimana uang bergerak di balik kejahatan ini. Sebuah laporan baru dari Chainlysis menambahkan gambaran yang mengkhawatirkan dari sisi finansial.

Chainlysis menyebut volume transaksi kripto ke layanan yang diduga terkait perdagangan manusia meningkat tajam sepanjang 2025, dengan nilai mencapai ratusan juta dolar dan naik 85 persen dibanding tahun sebelumnya. Namun perusahaan itu menekankan bahwa angka-angka tersebut hanya mengukur pergerakan dana, sementara biaya yang sesungguhnya ditanggung para korban, bukan neraca transaksi.

Menurut laporan tersebut, lonjakan aktivitas ini terjadi bersamaan dengan berkembangnya ekosistem kriminal lintas negara, termasuk kompleks penipuan (scam compounds) di Asia Tenggara, operasi perjudian online, serta jaringan pencucian uang dan jaminan berbahasa Mandarin yang disebut beroperasi cukup terbuka di platform seperti Telegram.

Rantai aktivitas ini, kata Chainlysis, membentuk ekosistem yang saling terhubung dan memiliki jangkauan global.

Salah satu poin yang diangkat adalah perbedaan antara sistem berbasis tunai dan blockchain. Jika uang tunai kerap sulit ditelusuri, transaksi di blockchain meninggalkan jejak yang bisa dianalisis. Chainlysis menilai transparansi ini memberi peluang bagi penegak hukum dan penyelidik untuk melacak pola aliran dana, mengidentifikasi simpul-simpul jaringan, dan mengganggu operasi yang sebelumnya lebih mudah bersembunyi.

Dalam pemetaan mereka, Chainalysis mengelompokkan empat kategori utama layanan yang diduga memfasilitasi eksploitasi melalui kripto, yakni layanan “escort internasional” berbasis Telegram yang dicurigai terkait perdagangan orang. Selain itu, agen “penyalur kerja” yang dikaitkan dengan penculikan dan kerja paksa dalam operasi penipuan.

Ada juga jaringan prostitusi. serta penjual materi eksploitasi seksual anak (CSAM). Chainalysis mencatat pola pembayaran berbeda-beda antar kategori, termasuk perbedaan aset kripto yang lebih sering digunakan, yang pada akhirnya membentuk jejak transaksi khas dan bisa membantu proses deteksi.

Baca Juga: Media Sosial X Bakal Hadirkan Fitur Trading Saham dan Kripto? Cek di Sini

Laporan itu juga menggambarkan bahwa sebagian operasi terlihat semakin lihai dalam skala dan cara bertransaksi. Pada layanan ‘escort international’ yang dicurigai terkait perdagangan orang, misalnya, Chanlysis menilai pola nominal transaksi menunjukkan indikasi organisasi yang terstruktur.

Sementara itu, jaringan prostitusi disebut cenderung beroperasi pada kisaran transaksi tertentu dan menampilkan pola penetapan harga yang relatif konsisten.

Untuk kategori CSAM, Chainlysis menggambarkan struktur ekonomi yang berbeda, yakni transaksi bernilai kecil lebih dominan dan ada indikasi pergeseran ke model ‘berlangganan’ yang membuat arus pendapatan lebih stabil dan terprediksi.

Laporan tersebut juga menyinggung adanya upaya menyamarkan asal-usul dana dengan memanfaatkan berbagai perantara dan metode obfuscation, tanpa mengubah kesimpulan utama bahwa jejak transaksi tetap dapat dianalisis dan menjadi titik masuk penyelidikan.

Chainalysis turut menyebut bahwa sebagian layanan yang dicurigai memanfaatkan infrastruktur berbasis AS untuk skala dan legitimasi, sementara operatornya kerap berada di luar negeri untuk mengurangi risiko paparan langsung. Dalam satu temuan, sebuah situs CSAM yang teridentifikasi pada 2025 disebut menggunakan ribuan alamat kripto dan mengumpulkan ratusan ribu dolar sejak 2022.

Meski demikian, Chainlysis menekankan bahwa fokus akhir bukan pada teknologi semata, melainkan pada korban. Angka transaksi ini bisa membantu mengukur aktivitas, tetapi pencegahan, penindakan dan perlindungan korban tetap menjadi inti dari respon terhadap kejahatan ini.

Peluang Pasar
Logo INI
Harga INI(INI)
$0.118
$0.118$0.118
-2.07%
USD
Grafik Harga Live INI (INI)
Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.