Angka-angka terus diangkat di konferensi kripto, tapi saat Consensus Hong Kong 2026, angka-angka tersebut datang dari pembicara yang berbeda — bukan pendiri proAngka-angka terus diangkat di konferensi kripto, tapi saat Consensus Hong Kong 2026, angka-angka tersebut datang dari pembicara yang berbeda — bukan pendiri pro

Saat TradFi Masuk ke Kripto: Institusi Masuk, tapi Sesuai Syarat Mereka

2026/02/17 18:35
durasi baca 7 menit
Inside Consensus Hong Kong 2026

Seri ini membahas perdebatan utama dan tren yang muncul dari Consensus Hong Kong 2026, berdasarkan sesi utama, acara sampingan, dan wawancara langsung di lapangan selama minggu kedua bulan Februari.

  1. Perang RWA: Stablecoin, Kecepatan, dan Kendali
  2. Pivot AI Kripto: Hype, Infrastruktur, dan Hitung Mundur Dua Tahun
  3. Momen TradFi Kripto: Institusi Masuk, Tapi dengan Syarat Mereka Sendiri

Angka-angka terus diangkat di konferensi kripto, tapi saat Consensus Hong Kong 2026, angka-angka tersebut datang dari pembicara yang berbeda — bukan pendiri protokol ataupun CEO exchange, melainkan eksekutif BlackRock yang sedang berhitung di atas panggung.

Konferensi ini memunculkan satu ketegangan utama: modal institusi sangat besar, mereka tertarik, tapi masih banyak yang bersikap menunggu sambil mengamati.

Eksperimen Pemikiran US$2 Triliun

Nicholas Peach, kepala APAC iShares di BlackRock, menggambarkan peluang ini dengan perhitungan sederhana. Dengan sekitar US$108 triliun kekayaan rumah tangga di Asia, jika 1% saja dialokasikan ke aset kripto, hal itu bisa mendatangkan hampir US$2 triliun ke pasar, setara dengan sekitar 60% dari nilai pasar saat ini.

IBIT milik BlackRock, exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot yang terdaftar di AS dan diluncurkan pada Januari 2024, kini telah tumbuh menjadi sekitar US$53 miliar dalam bentuk aset, menjadi ETF dengan pertumbuhan tercepat sepanjang sejarah, di mana investor Asia menyumbang porsi besar dari dana tersebut.

Asia Sudah Membangun Jalur Masuk

Jika institusi menginginkan instrumen yang sudah familiar, maka harus ada yang membangunnya. Persaingan ini sedang berjalan kencang — dan Asia menjadi pemimpinnya.

Laurent Poirot, Kepala Strategi Produk dan Pengembangan Derivatif di SGX Group, mengungkapkan kepada BeInCrypto dalam wawancara bahwa produk crypto perpetual futures milik exchange tersebut — yang diluncurkan akhir November lalu — berhasil membukukan volume perdagangan kumulatif US$2 miliar dalam dua bulan, sehingga menjadi salah satu peluncuran produk tercepat di SGX. Lebih dari 60% aktivitas perdagangan terjadi pada jam Asia, berbeda dengan CME di mana aktivitas AS yang mendominasi. Permintaan institusi terpusat pada Bitcoin dan Ethereum, dan SGX memprioritaskan pengembangan opsi dan dated futures untuk melengkapi kurva pendanaan ketimbang menambah lebih banyak token.

Menariknya, SGX sama sekali tidak berniat berekspansi ke altcoin. Permintaan institusi terfokus pada Bitcoin dan Ethereum; langkah selanjutnya adalah opsi dan dated futures untuk melengkapi kurva pendanaan, bukan daftar token yang lebih panjang.

Di Jepang, bank-bank besar sedang mengembangkan solusi stablecoin untuk menciptakan jalur regulasi bagi modal tradisional, tutur Fakhul Miah dari GoMining Institutional, yang juga menunjuk persetujuan ETF dan perpetual baru-baru ini di Hong Kong sebagai pendorong likuiditas utama lainnya.

Wendy Sun dari Matrixport menyoroti bahwa meskipun adopsi stablecoin untuk settlement dan tokenisasi RWA menjadi perbincangan utama industri, adopsi stablecoin di internal treasury masih menunggu adanya standarisasi. Perilaku institusi, ucapnya, kini menjadi “berbasis aturan dan terjadwal” alih-alih sekadar oportunistik.

Bahasa Berbeda: ketika TradFi Bertemu dengan Imbal Hasil On-Chain

Pada acara sampingan HashKey Cloud, jurang antara kebutuhan institusi dan apa yang ditawarkan kripto makin nyata.

Louis Rosher dari Zodia Custody — yang didukung Standard Chartered — memaparkan masalah fundamental seputar kepercayaan. Lembaga keuangan tradisional cenderung mengelompokkan seluruh perusahaan asli kripto dan langsung tidak percaya. “Seorang CEO bank dengan pengalaman 40 tahun tidak akan mempertaruhkan karier hanya pada satu counterparty asli kripto saja,” ucap Rosher. Strategi Zodia adalah memanfaatkan nama besar dunia perbankan untuk menjembatani jurang tersebut — dinamika seperti ini, ia proyeksikan, masih akan bertahan satu hingga dua dekade ke depan. Mereka sedang membangun akses yield DeFi lewat integrasi Wallet Connect, namun dalam kerangka permissioned di mana setiap decentralized application harus melalui proses verifikasi sebelum akhirnya ditawarkan ke klien.

Steven Tung dari Quantum Solutions, perusahaan treasury aset digital terbesar di Jepang, menemukan penghalang yang sepertinya sederhana tapi sangat penting: format pelaporan. Institusi tidak menginginkan block explorer — mereka membutuhkan laporan harian, jejak audit, dan bukti penyimpanan (custody proof) dalam format yang sudah dimengerti tim kepatuhan mereka. Bila pelaporan tidak mengikuti format tradisional, ia menegaskan, mayoritas modal institusi besar tak akan pernah masuk ke pasar ini.

Samuel Chong dari Lido merinci tiga syarat utama agar institusi bisa benar-benar masuk: keamanan protokol, kematangan ekosistem seperti integrasi custodian dan asuransi slashing, serta keselarasan regulasi dengan kerangka keuangan tradisional. Dia juga menandai privasi sebagai hambatan tersembunyi — institusi takut transparansi posisi di chain bisa mengundang front-running dan serangan yang menyasar mereka secara langsung.

Regulasi: Variabel yang Mengatur Segalanya

Anthony Scaramucci menggunakan sesi fireside chat-nya untuk membahas Clarity Act — rancangan undang-undang struktur pasar AS yang sedang diproses di Senat — dan tiga poin pentingnya: tingkat persyaratan KYC/AML untuk DeFi, apakah exchange boleh membayar bunga pada stablecoin, dan pembatasan investasi aset kripto oleh pemerintahan Trump beserta pihak terkaitnya.

Scaramucci memperkirakan rancangan undang-undang ini akan lolos, lebih karena perhitungan politik dibanding keyakinan: senator muda dari Partai Demokrat tidak ingin menghadapi dana PAC industri kripto di pemilu berikutnya. ia juga memperingatkan bahwa upaya pribadi Trump di kripto — termasuk meme coin — memperlambat proses ini. Ia menyebut Trump secara objektif lebih baik untuk kripto dibandingkan Biden atau Harris, walau ia juga mengkritik sikap mengutamakan kepentingan pribadi karena merugikan industri ini.

Tensi ini muncul saat Zak Folkman, co-founder World Liberty Financial yang terhubung dengan Trump, memperkenalkan platform forex baru bernama World Swap yang menggunakan stablecoin USD1 milik proyek tersebut. Platform lending ini sudah menarik simpanan ratusan juta dolar, namun kedekatannya dengan presiden yang sedang menjabat tetap menjadi masalah regulasi yang langsung disorot oleh Scaramucci.

Di sisi lain, Asia tidak menunggu. Regulator di Hong Kong, Singapura, dan Jepang sedang membangun kerangka kerja yang benar-benar bisa digunakan institusi. Fakhul Miah menjelaskan bahwa kini, onboarding institusi harus melewati “komite risiko dan struktur tata kelola operasional” — infrastruktur yang sebelumnya tidak tersedia untuk produk on-chain.

Pasar di Antara Siklus

Co-CEO Binance Richard Teng membahas langsung kejatuhan 10 Oktober, menyebut likuidasi senilai US$19 miliar disebabkan oleh guncangan ekonomi makro — tarif AS dan kontrol rare-earth dari Cina — bukan kegagalan pada exchange. “Pasar saham AS saja mengalami likuidasi senilai US$150 miliar,” ujarnya. “Pasar kripto jauh lebih kecil.”

Tapi pandangan besarnya justru lebih menarik. “Permintaan ritel memang agak lesu dibandingkan tahun lalu, namun penempatan dari institusi dan korporasi masih kuat,” tutur Teng. “Uang cerdas sedang berinvestasi.”

Vicky Wang, presiden Amber Premium, membuktikan perubahan ini dengan data. Transaksi kripto institusi di Asia tumbuh 70% dari tahun ke tahun hingga mencapai US$2,3 triliun di pertengahan 2025, ucapnya. tapi, penempatan modal tetap konservatif — institusi sangat memilih strategi netral-pasar dan berbasis imbal hasil daripada spekulasi tren arah. “Partisipasi institusi di Asia, menurut saya nyata, tapi sekaligus sangat hati-hati,” jelas Wang.

Di antara peserta industri di acara tersebut, suasananya terasa lebih muram. Tim trading di acara sampingan institusi jumlahnya turun drastis dari tahun sebelumnya, rata-rata menggunakan strategi yang sama. Para manajer dana sepakat bahwa kripto kini makin menjadi bisnis berbasis lisensi, di mana kepatuhan dan kredibilitas keuangan tradisional lebih penting daripada pengalaman asli di dunia kripto. Beberapa menyoroti, proyek serius kini lebih memilih IPO di Nasdaq atau HKEX ketimbang listing token — perubahan yang dua tahun lalu nyaris tak terbayangkan.

Akhir Permainan Adalah Keuangan

Presiden Solana Foundation Lily Liu sepertinya menyampaikan tesis paling jelas dalam konferensi ini. Ia berpendapat bahwa nilai utama blockchain bukanlah kepemilikan digital, media sosial, atau gaming — melainkan keuangan dan pasar. Kerangka kerja “internet capital markets” versi Liu menempatkan blockchain sebagai infrastruktur agar semua aset keuangan bisa diakses semua orang secara online.

CJ Fong dari GSR memperkirakan mayoritas aset dunia nyata yang ditokenisasi pada akhirnya akan diklasifikasikan sebagai sekuritas, sehingga perusahaan kripto harus menjembatani ke infrastruktur pasar tradisional. Ini berarti persaingan lebih ketat dari pemain tradisional — tapi juga legitimasi yang memang dibutuhkan oleh modal institusi.

Dana US$2 triliun yang disebut Peach tidak akan datang besok. Tapi infrastrukturnya sedang disiapkan — di Hong Kong, Singapura, Tokyo, dan buku order SGX — oleh institusi yang telah memutuskan kripto layak dibangun, meski mereka belum siap bertaruh penuh di dalamnya.

(Inside Consensus Hong Kong 2026) — Seri ini membahas perdebatan utama dan tren yang muncul dari Consensus Hong Kong 2026, diambil dari sesi utama, acara sampingan, dan wawancara langsung selama minggu kedua Februari.
1. Perang RWA: Stablecoin, Kecepatan, dan Kontrol
2. Poros AI Kripto: Hype, Infrastruktur, dan Hitung Mundur Dua Tahun
3. Momen TradFi Kripto: Institusi Masuk, Tapi dengan Syarat Mereka Sendiri

Peluang Pasar
Logo INI
Harga INI(INI)
$0.1208
$0.1208$0.1208
+0.34%
USD
Grafik Harga Live INI (INI)
Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.