Harga Ethereum naik sekitar 1% dalam 24 jam terakhir, menahan posisi di dekat level US$2.000. Tapi, ini bukan pertama kalinya Ethereum mencoba pulih. Selama 10 hari terakhir (antara 6 Februari sampai 15 Februari), ETH sudah tiga kali mencoba reli. Setiap upaya awalnya terlihat kuat, namun selalu gagal melanjutkan kenaikan.
Sekarang, grafik menjelaskan alasan kegagalan tersebut. Data juga mengungkap apa yang harus berubah supaya prediksi harga Ethereum akhirnya bisa berbalik jadi bullish.
Harga Ethereum telah membentuk pola segitiga naik sejak awal Februari. Pola ini terjadi ketika pembeli secara bertahap mendorong harga naik, sementara penjual terus mempertahankan zona resistance yang sama.
Garis tren yang naik menunjukkan pembeli masuk lebih awal setiap kali harga terkoreksi. Tapi, zona resistance di dekat US$2.000 dan US$2.120 sejauh ini selalu menghentikan setiap percobaan reli.
Tercatat tiga kali percobaan reli yang jelas. Pada 6 Februari, harga Ethereum melonjak 23% namun gagal menembus US$2.120. Pada 12 Februari, harga naik 11% tapi kembali gagal di bawah resistance. Pada 15 Februari, harga naik 7% namun akhirnya tertahan di bawah US$2.000. Walaupun pembeli kembali masuk setiap kali, mereka belum bisa melewati resistance tersebut.
Salah satu indikator utama yang mendukung percobaan pemulihan ini adalah Chaikin Money Flow (CMF). CMF mengukur aktivitas beli dan jual investor besar dengan menggabungkan data harga dan volume. Saat CMF naik di atas nol, itu menandakan pembelian lebih besar daripada penjualan.
CMF pada Ethereum menembus di atas nol pada 15 Februari (saat percobaan reli ketiga) dan tetap positif di sekitar 0,05. Ini menandakan investor besar mulai membeli lagi. Namun, kekuatan pembelian masih terbatas sampai saat ini.
Ingin lebih banyak insight token seperti ini? Daftar ke Newsletter Kripto Harian Editor Harsh Notariya di sini.
Ini memunculkan pertanyaan penting. Jika pembeli sudah mulai kembali, mengapa harga Ethereum masih gagal reli? Jawabannya akan lebih jelas jika melihat perilaku whale dan holder jangka panjang.
Investor besar justru mengurangi eksposur di periode yang sama saat harga Ethereum berupaya pulih. Wallet yang menyimpan ETH dalam jumlah besar, atau whale, mengurangi kepemilikannya dari 113,92 juta ETH menjadi 113,66 juta ETH. Ini setara dengan penurunan sekitar 260.000 ETH, atau sekitar US$500 juta.
Data ini menunjukkan whale justru melakukan penjualan ETH di tengah percobaan pemulihan, bukan mendukung harga.
Indikator penting lain yang mengonfirmasi tren ini adalah metrik Hodler Net Position Change yang melacak apakah investor jangka panjang sedang akumulasi atau jual. Jika metriknya negatif, itu berarti holder jangka panjang sedang menjual.
Holder Net Position Change milik Ethereum tetap negatif sejak 3 Februari sampai 16 Februari (saat fase reli). Tekanan jual juga naik dari -13.677 ETH menjadi -18.411 ETH. Ini berarti tekanan jual bertambah 34%.
Waktu kejadian ini sangat krusial. Setiap percobaan reli terjadi di periode yang juga terjadi kenaikan tekanan jual.
Hal ini menjelaskan alasan harga Ethereum tidak mampu mempertahankan pemulihannya. Walaupun pembeli baru terus berdatangan, whale dan holder jangka panjang justru keluar. Namun masih ada alasan lain mengapa level US$2.000 dan US$2.120 tetap sulit ditembus.
Data cost basis menunjukkan di mana investor pertama kali membeli Ethereum. Level ini sering kali menjadi resistance ketika harga kembali mendekatinya.
Saat ini, klaster cost basis terbesar berada di kisaran US$1.995 hingga US$2.015. Tercatat lebih dari 1,01 juta ETH dibeli di area ini. Ini menciptakan tekanan jual yang sangat kuat.
Saat harga Ethereum kembali ke level ini, banyak investor memilih menjual untuk mengambil kembali modal awal. Ini menambah suplai dan mencegah harga naik lebih tinggi. Pola seperti ini terjadi pada tiga kali percobaan reli yang gagal sebelumnya.
Setiap upaya rebound selalu terhenti di area cost basis yang sama (atau sedikit di atasnya). Hal ini mengonfirmasi bahwa harga Ethereum harus menembus level ini dengan jelas agar bisa memulai pemulihan yang lebih kuat. Harga Ethereum sekarang tetap berada di antara support dan resistance.
Level resistance terdekat adalah US$2.000 (yang paling penting saat ini) dan US$2.120, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Namun, jika memakai proyeksi teknikal yang lebih rinci, ada level-level lain yang juga perlu diperhatikan. Jika Ethereum menembus zona US$2.120–US$2.140, target kenaikan berikutnya bisa mencapai US$2.210 dan US$2.300.
Tetapi, jika gagal menembus resistance, harga Ethereum bisa tetap bergerak sideways. Support berada di kisaran US$1.895, dan jika harga turun di bawah level ini maka upaya pemulihan berbasis trenline dianggap gagal. Grafik menunjukkan upaya pemulihan memang terbentuk. CMF mengonfirmasi bahwa pembeli mulai kembali. Namun, aksi jual whale, holder jangka panjang, serta resistance cost basis masih terus menghambat reli.
Prediksi harga Ethereum kini bergantung pada apakah pembeli akhirnya mampu menyerap tekanan jual ini dan menembus resistance.


