Protokol blockchain layer-1 Injective kembali mengeksekusi Community Buyback putaran ke-226, sebuah program rutin yang bertujuan mengurangi suplai token INJ di pasar.
Strategi ini menjadi bagian penting dari model tokenomics deflasi Injective yang selama ini digadang-gadang mampu menciptakan kelangkaan dan mendukung apresiasi harga dalam jangka panjang.
Program buyback ini dilakukan dengan menggunakan sebagian pendapatan protokol untuk membeli kembali INJ di pasar terbuka, lalu membakarnya secara permanen.
Dengan demikian, jumlah suplai beredar terus menyusut dari waktu ke waktu.
Baca Juga: Injective Ungkap Roadmap 2025 dan Inovasi AI dalam AMA Terbaru
Konsistensi pelaksanaan Community Buyback menunjukkan komitmen Injective dalam menjaga struktur ekonomi tokennya.
Setiap putaran pembelian dan pembakaran token dirancang untuk memperkuat narasi kelangkaan (scarcity narrative) yang kerap menjadi faktor pendorong harga dalam ekosistem kripto.
Secara teori, ketika suplai menurun dan permintaan tetap atau meningkat, harga berpotensi terdorong naik. Model ini telah banyak diterapkan oleh berbagai proyek kripto untuk menjaga nilai jangka panjang token mereka.
Namun, dalam praktiknya, efek terhadap harga tidak selalu sejalan dengan ekspektasi.
Pergerakan harga Injective (INJ/USDT) pada Kamis, 19 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Menurut laporan Coinmarketcal, eksekusi buyback biasanya memicu sentimen positif di kalangan investor.
Antisipasi terhadap pengurangan suplai sering kali mendorong aksi beli spekulatif sebelum atau saat program dijalankan.
Tim Research Tokocrypto menilai bahwa dampak ini cenderung bersifat jangka pendek.
“Meskipun buyback rutin menciptakan tekanan beli jangka pendek dan sentimen positif (FOMO), dampaknya terhadap fundamental jangka panjang cenderung menurun karena sudah diantisipasi pasar (priced-in). Volatilitas akan meningkat di sekitar waktu eksekusi, dengan risiko koreksi cepat jika volume buyback tidak signifikan,” ujar Tim Research Tokocrypto.
Artinya, pasar kemungkinan sudah memperhitungkan program buyback dalam valuasi INJ.
Jika nilai pembelian tidak cukup besar dibanding kapitalisasi pasar atau volume perdagangan harian, maka lonjakan harga bisa bersifat sementara.
Setelah ratusan putaran buyback, efektivitas mekanisme ini sangat bergantung pada kondisi fundamental ekosistem Injective.
Program deflasi akan lebih berdampak apabila didukung oleh peningkatan total value locked (TVL), lonjakan volume transaksi, pertumbuhan jumlah pengguna aktif, dan ekspansi aplikasi DeFi dalam jaringan.
Jika aktivitas jaringan meningkat, maka buyback dapat memperkuat efek bullish karena suplai berkurang di tengah permintaan yang bertambah.
Sebaliknya, tanpa pertumbuhan signifikan, buyback berisiko hanya menjadi katalis teknikal jangka pendek.
Dalam pasar kripto yang sangat fluktuatif, sentimen global tetap menjadi faktor dominan.
Jika kondisi makro atau sentimen Bitcoin sedang lemah, program buyback mungkin tidak cukup kuat untuk menopang harga INJ.
Selain itu, fenomena “buy-the-rumor, sell-the-news” juga sering terjadi. Investor yang masuk sebelum buyback bisa saja melakukan aksi ambil untung segera setelah eksekusi selesai.
Volatilitas di sekitar waktu pelaksanaan buyback biasanya meningkat, terutama jika volume perdagangan melonjak secara signifikan.
Sebagai blockchain yang berfokus pada DeFi dan derivatif terdesentralisasi, Injective memiliki potensi pertumbuhan yang cukup besar.
Keberhasilan Community Buyback dalam menciptakan nilai jangka panjang akan sangat ditentukan oleh keberhasilan ekosistem dalam menarik likuiditas dan pengguna baru.
Jika fundamental terus berkembang, mekanisme deflasi ini dapat menjadi fondasi kuat bagi tren bullish berkelanjutan.
Namun jika pertumbuhan melambat, pasar bisa semakin skeptis terhadap efektivitas buyback rutin.
Baca Juga: AMA Tokocrypto: Cari Tahu Lebih Lanjut Tentang Blockchain Injective
Community Buyback ke-226 menegaskan konsistensi strategi deflasi Injective dalam mengurangi suplai INJ. Dalam jangka pendek, program ini berpotensi menciptakan sentimen positif dan lonjakan volatilitas.
Namun, seperti yang disampaikan Tim Research Tokocrypto, dampak jangka panjangnya sangat bergantung pada pertumbuhan fundamental ekosistem.
Investor perlu mencermati bukan hanya jumlah token yang dibakar, tetapi juga perkembangan TVL, volume transaksi, dan adopsi jaringan secara keseluruhan.
Apakah deflasi INJ masih menjadi katalis harga yang efektif? Jawabannya akan sangat ditentukan oleh dinamika permintaan dan kondisi pasar kripto secara global.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Community Buyback Injective Picu Spekulasi: Jadi Katalis Harga? appeared first on Tokocrypto News.