XRP telah memasuki fase konsolidasi yang berkepanjangan, bergerak sideways di bawah zona resistance utama. Pergerakan harga yang lesu ini bukanlah sesuatu yang acak. Data derivatif menunjukkan konsentrasi besar kontrak short yang membatasi upaya harga untuk naik.
Dinding resistance ini menciptakan ketegangan di pasar, memunculkan pertanyaan apakah XRP dapat memicu short squeeze atau tetap tertekan di bawah US$1,50.
Data pasar Futures dan heatmap likuidasi menyoroti level krusial di kisaran US$1,51. Di harga tersebut, sekitar US$47 juta posisi short XRP berisiko terlikuidasi. Konsentrasi ini membentuk penghalang yang jelas di atas harga saat ini.
Trader yang memegang kontrak short terdorong untuk mempertahankan level ini. Breakout tajam bisa memaksa penutupan posisi short secara cepat, sehingga memicu lonjakan harga sementara. namun, pergerakan tersebut sering kali membuat likuiditas beli cepat habis. Pemain besar bisa saja melakukan penjualan di tengah kenaikan, sehingga level ini berubah menjadi batas atas jangka pendek, bukan support yang bertahan lama.
Ingin dapat insight token seperti ini? Daftar untuk Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya di sini.
Data on-chain menunjukkan tekanan yang terus berlangsung di antara para holder XRP. Metode net realized profit and loss memperlihatkan bahwa investor masih menjual dalam kondisi rugi. Pada 17 Februari saja, kerugian yang direalisasikan tercatat sekitar US$117 juta.
Tingkat kapitulasi seperti ini menandakan ketakutan yang bertahan. Saat holder keluar dengan kerugian, itu menunjukkan kepercayaan pada pemulihan jangka pendek telah menurun. Realisasi kerugian secara terus-menerus dapat membatasi momentum bullish sampai tekanan jual mereda.
Meski distribusi masih terus berjalan, klaster lain menunjukkan ketahanan. Banyak holder XRP yang masih berada di posisi rugi justru memilih untuk tetap HODL, bukan menjual. Perilaku ini menunjukkan keyakinan di antara investor jangka menengah.
Kelompok holder tiga hingga enam bulan mengalami peningkatan signifikan. Pangsa mereka atas total suplai XRP naik dari 8% menjadi 15%. Ketika dompet-dompet ini semakin matang, kecenderungan mereka untuk tidak menjual bisa membantu menyeimbangkan distribusi yang dipicu kepanikan dan menstabilkan pergerakan harga.
Pada waktu publikasi, XRP diperdagangkan di US$1,43. Token ini masih berada di bawah resistance US$1,51, yang sejajar dengan level retracement Fibonacci 61,8%. Jika berhasil menjadikan penghalang ini sebagai support, maka akan menandakan perbaikan teknikal dan berpotensi memicu pemulihan harga.
Untuk saat ini, konsolidasi nampaknya lebih mungkin terjadi. Area US$1,44 dan US$1,27 menjadi zona support penting. Penolakan berulang di kisaran US$1,51 dapat membuat XRP bergerak dalam rentang antara level-level ini. Tekanan jual dari investor yang mengalami kerugian bisa memperkuat pola sideways ini.
namun, sentimen bisa berubah cepat di pasar aset kripto. Jika penjual short kehilangan kendali dan US$1,51 berubah menjadi support, potensi kenaikan semakin besar. Breakout bisa mendorong XRP melewati US$1,62 dan menarik minat trader momentum. Pergerakan seperti ini akan membatalkan skenario bearish jangka pendek sekaligus mengubah struktur pasar dalam waktu dekat.

