- Apakah Bitcoin pernah turun di bawah 200 WMA?
- Bitcoin melawan tren risk-on
Rata-rata pergerakan 200 minggu Bitcoin (200 WMA) kini telah melewati level $52.000.
Ini pada dasarnya berarti bahwa Bitcoin kemungkinan tidak akan pernah kembali di bawah level yang disebutkan sebelumnya.
200 WMA sering digunakan oleh para trader untuk dapat meratakan data harga selama bertahun-tahun dan mengidentifikasi tren yang sangat luas.
Level ini sering dilihat sebagai level support Bitcoin berlapis berlian yang hampir tidak pernah ditembus.
Apakah Bitcoin pernah turun di bawah 200 WMA?
Meskipun 200 WMA biasanya diperlakukan sebagai bottom ultimate, perlu dicatat bahwa cryptocurrency terkemuka ini memang pernah turun di bawah level kunci tersebut pada beberapa kesempatan.
Misalnya, harga koin unggulan ini terjun di bawah support kunci selama hari-hari paling brutal dari "crypto winter" 2018. Cryptocurrency ini juga tergelincir di bawah 200 WMA selama "Black Thursday" yang terkenal pada 2020.
Namun, kejadian ketika Bitcoin turun di bawah rata-rata pergerakan kunci selalu menandai bottom pasar jangka panjang.
Sebaliknya, ketika harga Bitcoin terlalu melebar di atas 200 WMA, biasanya cenderung mencapai puncak siklus pasar tertentu.
Bitcoin melawan tren risk-on
Sementara itu, Bitcoin saat ini diperdagangkan dalam zona hijau setelah baru-baru ini menembus level $111.000 lebih awal hari ini.
Cryptocurrency ini berhasil menyimpang dari ekuitas AS, termasuk indeks Nasdaq 100 yang didominasi teknologi. Saham-saham saat ini berada di zona merah di tengah kekhawatiran yang berkembang tentang tarif dan imbal hasil obligasi yang meningkat.
Namun, cryptocurrency terkemuka ini masih berkinerja di bawah emas, yang secara konsisten mencapai rekor tertinggi baru.
Cryptocurrency ini masih turun hampir 11% dari rekor tertinggi yang dicapai pada 14 Agustus.
Sumber: https://u.today/key-reason-why-bitcoin-is-never-dropping-below-52k-again



