Cryptoharian – Pendiri sekaligus mantan CEO BitMEX, Arthur Hayes mengatakan bahwa Bitcoin menunjukkan kekuatan yang tidak biasa di tengah meningkatnya ketegangaCryptoharian – Pendiri sekaligus mantan CEO BitMEX, Arthur Hayes mengatakan bahwa Bitcoin menunjukkan kekuatan yang tidak biasa di tengah meningkatnya keteganga

Arthur Hayes: Bitcoin Mengalahkan Emas Saat Krisis Global

2026/03/13 13:02
durasi baca 2 menit
Untuk memberikan masukan atau menyampaikan kekhawatiran terkait konten ini, silakan hubungi kami di [email protected]

Cryptoharian – Pendiri sekaligus mantan CEO BitMEX, Arthur Hayes mengatakan bahwa Bitcoin menunjukkan kekuatan yang tidak biasa di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Melalui unggahan di platform X pada 12 Maret 2026, Hayes menjelaskan bahwa pasar global mulai terguncang sejak konflik kedua negara meningkat pada akhir Februari.

Biasanya, dalam situasi seperti ini, investor akan beralih ke aset safe haven seperti emas. Namun kali ini, menurut Hayes, yang terjadi justru berbeda.

“Bitcoin justru muncul sebagai salah satu aset dengan performa terbaik selama periode tersebut,” ungkap Hayes.

Sejak konflik dimulai pada 28 Februari, harga Bitcoin tercatat naik sekitar 7 persen. Sebaliknya, harga emas yang biasanya menjadi pelindung nilai justru turun sekitar 2 persen dalam periode yang sama.

Sementara itu, indeks Nasdaq 100, yang mewakili perusahaan teknologi besar, hampir tidak bergerak dan bahkan turun sekitar 0,5 persen. Pergerakan ini cukup mengejutkan banyak investor karena secara historis Bitcoin sering turun saat terjadi ketidakpastian global.

Namun kali ini, Bitcoin justru terlihat berperilaku seperti safe haven digital.

Baca Juga: Strategy Bisa Salip BlackRock dalam Perburuan Bitcoin

Krisis Minyak Guncang Pasar Global

Ketegangan di Timur Tengah juga meningkatkan kekhawatiran terhadap Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan minyak dunia. Ancaman terhadap jalur ini membuat pasar energi dan keuangan global mengalami tekanan.

Ancaman terhadap jalur ini membuat pasar energi dan keuangan global mengalami tekanan. Meski begitu, Hayes menyoroti bahwa Bitcoin justru terus naik selama periode krisis tersebut.

Ia bahkan menggamarkan Bitcoin sebagai ‘digital gold with upside velocity’, yang berarti aset tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penyimpanan nilai, namun juga memiliki potensi pertumbuhan yang cepat saat terjadi gangguan global.

Saat artikel ini ditulis, harga Bitcoin berada di sekitar US$ 70.379, naik sekitar 1,5 persen dalam 24 jam terakhir, menurut data CoinGecko.

Permintaan Institusi Dorong Harga Bitcoin

Selain faktor geopolitik, meningkatnya permintaan institusional juga menjadi pendorong utama kenaikan Bitcoin. Banyak perusahaan investasi kini terus menambah dana ke dalam spot Bitcoin ETF.

Salah satu produk terbesar adalah IBIT milik BlackRock, yang menurut data SoSoValue pada 11 Maret 2026 telah mencatat total arus masuk bersih sekitar US$ 62,88 miliar.

Selain itu, investor jangka panjang juga terlihat terus menambah kepemilikan Bitcoin selama periode ketidakpastian ini, alih-alih menjualnya.

Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.