Cryptoaharian – Perusahaan manajemen aset terbesar di dunia, yakni BlackRock resmi meluncurkan ETF staking Ethereum bernama ETHB. Produk investasi baru ini memungkinkan investor mendapatkan eksposur terhadap harga Ethereum sekaligus imbal hasil dari staking.
ETF tersebut memulai debutnya dengan aset lebih dari US$ 100 juta dan mencatat sekitar US$ 11,1 juta volume perdagangan hingga pertengahan hari pada hari pertama peluncurannya. Angka tersebut dianggap sebagai awal yang cukup kuat untuk standar ETF.
Secara biaya, ETHB memiliki management fee sebesar 0,20 persen, sama seperti produk ETF Ethereum milik BlackRock yang sudah ada sebelumnya. Namun, perusahaan memberikan diskon biaya sementara menjadi 0,12 persen selama tahun pertama atau hingga dana kelolaan mencapai US$ 2,5 miliar, mana yang tercapai lebih dulu.
ETF Ethereum dengan Fitur Staking
Yang membedakan ETHB dari ETF Ethereum lainnya adalah fitur staking yang dimilikinya. Jika ETF spot Ethereum biasa hanya melacak pergerakan harga ETH, ETHB akan menempatkan sebagian aset Ethereum miliknya ke dalam staking untuk menghasilkan reward dari jaringan blockchain.
Reward staking tersebut nantinya akan dijual dan dibagikan kepada investor dalam bentuk dividen, yang diperkirakan akan dibayarkan setiap bulan. Dengan demikian, investor tidak hanya mendapatkan potensi keuntungan dari kenaikan harga Ethereum, tetapi juga dari yield staking.
Untuk penyimpanan dan proses staking aset kripto, BlackRock juga bekerja sama dengan Coinbase, salah satu penyedia layanan kripto institusional terbesar di Amerika Serikat.
Selain Coinbase, beberapa validator juga telah disetujui untuk mendukung operasi staking ETF ini, termasuk Figment, Galaxy dan Attestant.
Baca Juga: Whale Jual 130 Juta ADA, Harga Cardano Tertekan
CEO Coinbase, Brian Armstrong turut menanggapi peluncuran produk tersebut melalui media sosial. Ia mengatakan bahwa produk kripto baru seperti ini membantu membuat aset kripto lebih mudah diakses melalui platform yang sudah dikenal dan dipercaya investor.
Meningkatnya Minat Institusional
Peluncuran ETF ini mencerminkan meningkatnya minat investor institusional terhadap produk kripto yang menghasilkan imbal hasil.
Selama ini, staking Ethereum memang sudah tersedia langsung di jaringan blockchain. Namun, ETF seperti ETHB menawarkan cara yang lebih familiar bagi investor tradisional yang lebih nyaman berinvestasi melalui pasar keuangan yang teregulasi.
Analis pasar Neel Macro (@neelmacro) juga menyoroti pentingnya peluncuran ETF staking Ethereum ini. Menurutnya, model seperti ETHB dapat membuka jalan bagi ETF kripto berbasis staking lainnya di masa depan, terutama untuk jaringan blockchain berbasis proof-of-stake.
Secara lebih luas, kehadiran ETHB menunjukkan bagaimana keuangan tradisional mulai mengintegrasikan mekanisme asli blockchain, seperti staking, ke dalam produk investasi konvensional.
Bagi Ethereum sendiri, perkembangan ini berpotensi meningkatkan partisipasi institusional sekaligus memperkuat posisinya sebagai fondasi utama bagi ekosistem tokenisasi aset dan aplikasi terdesentralisasi.

