Pergerakan harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir.
Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Senin (23/3), Bitcoin diperdagangkan di level $68.237,30, turun sekitar 1,54% secara harian.
Penurunan ini memperpanjang tren pelemahan jangka pendek, dengan BTC kini semakin menjauh dari level psikologis $70.000.
Kapitalisasi pasar Bitcoin juga turun ke kisaran $1,36 triliun, mencerminkan berkurangnya nilai pasar akibat tekanan jual yang berlanjut.
Baca Juga: Bitcoin Bertahan di $70K, Tapi Sinyal Ini Bisa Jadi Awal Lonjakan Besar?
Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga $67.372,87 (terendah) hingga $69.561,78 (tertinggi).
Rentang ini menunjukkan bahwa BTC masih berada dalam fase konsolidasi di bawah level resistance utama. Setelah beberapa kali mencoba naik, harga kembali tertahan dan mengalami penurunan.
Pergerakan ini mencerminkan bahwa pasar masih belum menemukan momentum kuat untuk membalikkan tren menjadi bullish.
Jika dilihat dari performa historis, tekanan terhadap Bitcoin masih cukup signifikan:
Data ini menunjukkan bahwa meskipun ada upaya pemulihan dalam jangka pendek, tren besar masih berada dalam fase koreksi.
Selain itu, dalam 7 hari terakhir, BTC tercatat turun 5,85%, menandakan bahwa tekanan bearish masih dominan dalam jangka pendek.
Beberapa faktor yang memicu penurunan harga Bitcoin hari ini antara lain:
Pasar kripto secara umum masih berada dalam fase hati-hati, di mana investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.
Level $70.000 kembali menjadi penghalang utama. Setiap percobaan breakout gagal, memicu aksi jual dari trader.
Volume perdagangan berada di kisaran $28 miliar, relatif moderat dan belum cukup untuk mendorong kenaikan signifikan.
Dalam jangka pendek, beberapa level penting menjadi perhatian:
Jika Bitcoin mampu bertahan di atas $67.300, peluang untuk rebound masih terbuka. Namun, jika level ini ditembus, potensi penurunan ke area $65.000 menjadi lebih besar.
Sebaliknya, breakout di atas $70.000 akan menjadi sinyal awal perubahan tren ke arah bullish.
Bitcoin saat ini masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07. Selisih ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase pemulihan jangka panjang, dengan banyak tantangan yang harus dilalui.
Bitcoin tetap mendominasi pasar kripto dengan pangsa sekitar 95,25%. Hal ini menunjukkan bahwa pergerakan BTC masih menjadi indikator utama bagi aset kripto lainnya.
Ketika Bitcoin melemah, altcoin cenderung mengalami tekanan yang lebih besar.
Melihat kondisi saat ini, Bitcoin masih berada dalam tekanan bearish, meskipun ada potensi konsolidasi di area support.
Pasar membutuhkan katalis positif untuk membalikkan tren, seperti peningkatan volume atau perubahan sentimen makro.
Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $69.198, Tekanan Jual Kembali Meningkat
Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam tekanan setelah turun ke level $68.237. Kegagalan menembus resistance di $70.000 menjadi faktor utama yang menahan kenaikan.
Dengan tren jangka menengah yang masih negatif dan sentimen pasar yang belum pulih, pergerakan BTC dalam waktu dekat kemungkinan akan tetap volatil.
Bagi investor, level $67.300 menjadi titik krusial yang harus dipantau. Jika bertahan, peluang rebound masih ada. Namun, jika tembus, pasar bisa melanjutkan penurunan ke level yang lebih rendah.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $68.237, Tekanan Bearish Masih Berlanjut appeared first on Tokocrypto News.


