Pasar Ethereum menunjukkan perubahan besar setelah data terbaru mengungkap lonjakan signifikan dalam aktivitas staking dan penurunan tajam suplai di exchange. Kondisi ini dinilai sebagai sinyal penting yang dapat memengaruhi pergerakan harga dalam waktu dekat.
Berdasarkan data on-chain, sekitar 31,4% dari total suplai Ethereum kini telah di-stake, menandai level tertinggi sepanjang sejarah.
Jumlah Ethereum yang terkunci dalam staking kini mencapai sekitar 38,31 juta ETH, atau hampir sepertiga dari total suplai. Kondisi ini menunjukkan bahwa semakin banyak investor memilih untuk menahan aset dalam jangka panjang dibandingkan menjualnya di pasar.
Peningkatan staking ini secara langsung mengurangi jumlah ETH yang tersedia untuk diperdagangkan, sehingga memperketat likuiditas di pasar.
Fenomena ini juga mencerminkan pergeseran perilaku investor dari trading jangka pendek menuju strategi holding jangka panjang.
Di sisi lain, suplai Ethereum di exchange, termasuk Binance, tercatat turun ke level terendah sejak 2020, bahkan secara global mencapai titik terendah sejak 2016.
Dilaporkan Crypto Quant, penurunan ini menandakan semakin sedikitnya ETH yang tersedia untuk dijual di pasar terbuka. Dalam kondisi seperti ini, pasar menjadi lebih sensitif terhadap permintaan, karena peningkatan pembelian dalam jumlah kecil sekalipun dapat mendorong harga secara signifikan.
Kombinasi antara staking tinggi dan rendahnya suplai di exchange memperkuat potensi terjadinya supply shock.
Baca juga: Ethereum Foundation Jual ETH Rp160 Miliar, Strategi Baru?
Dengan semakin banyak ETH yang terkunci dan berkurangnya likuiditas, tekanan jual di pasar cenderung menurun. Kondisi ini dapat menciptakan situasi di mana kenaikan permintaan langsung berdampak besar terhadap harga.
Supply shock sering kali menjadi pemicu pergerakan harga yang cepat, terutama jika didukung oleh sentimen positif atau arus dana baru ke pasar.
Tim Research Tokocrypto menilai bahwa lonjakan staking dan penurunan suplai di exchange merupakan indikator kuat dari perubahan struktur pasar Ethereum.
Menurut mereka, kondisi ini menunjukkan bahwa investor semakin percaya terhadap prospek jangka panjang Ethereum, sehingga memilih untuk mengunci aset mereka dalam staking daripada menjualnya.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 25 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Namun, Tim Research Tokocrypto juga mengingatkan bahwa meskipun potensi supply shock meningkat, pergerakan harga tetap akan dipengaruhi oleh faktor lain seperti kondisi makroekonomi, arus dana institusional, dan sentimen pasar secara keseluruhan.
Mereka menambahkan bahwa dalam kondisi likuiditas rendah, volatilitas juga berpotensi meningkat, sehingga investor perlu tetap memperhatikan manajemen risiko.
Dengan hampir sepertiga suplai Ethereum terkunci dan ketersediaan di exchange terus menurun, pasar kini memasuki fase yang berbeda dibandingkan siklus sebelumnya.
Pelaku pasar akan mencermati apakah kondisi ini akan benar-benar mendorong kenaikan harga dalam waktu dekat, atau justru tetap tertahan oleh faktor eksternal yang lebih luas.
Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Supply Ethereum di Bursa Anjlok ke Titik Terendah! appeared first on Tokocrypto News.

