Harga Hyperliquid (HYPE) naik lebih dari 6% dalam 24 jam terakhir, pulih dari koreksi setelah reli 60% sejak awal tahun yang didorong oleh ekspansi ke trading perpetual TradFi 24/7 dan peningkatan pangsa pasar DEX.
Koreksi itu secara teknikal memang wajar terjadi. Terdapat hidden bearish divergence di Relative Strength Index (RSI) harian, sebuah oscillator momentum, yang mengindikasikan momentum semakin melemah di level harga tinggi. Tapi, sekarang muncul bullish divergence baru di timeframe yang sama, sementara pembeli spot mulai masuk lagi ketika trader derivatif masih mengambil posisi short besar-besaran. Kombinasi ini membuka potensi terjadinya squeeze.
Chart harian memperlihatkan bahwa harga HYPE berhasil breakout dari pola inverse head-and-shoulders pada 10 Maret. Pergerakan ini mendorong HYPE dari kisaran US$25 menuju US$43, hampir sampai pada target pola yang diukur dari formasi tersebut.
Tetapi, reli ini juga disertai tanda peringatan. Antara 2 Oktober dan 18 Maret, harga membentuk lower high, sementara RSI justru mencatat higher high, dengan puncak RSI terbaru mencapai zona overbought. Hidden bearish divergence ini mengindikasikan tren naik mulai melemah walau di permukaan terlihat masih kuat.
Koreksi setelahnya pun tidak mengherankan. HYPE sempat terkoreksi dari area US$43 sebelum memantul ke US$40 pada waktu publikasi. Target pola sudah hampir tercapai, sehingga pergerakan berikutnya tergantung apakah ada permintaan baru masuk atau penjual masih menekan harga.
Apa yang terjadi di pasar spot dan posisi derivatif saat ini akan menjawab pertanyaan itu.
Ingin insight token seperti ini? Daftar Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya di sini.
Pada 24 Maret, inflow ke exchange melonjak hingga US$5,76 juta dalam bentuk HYPE, sebuah sinyal jelas bahwa penjual memindahkan token ke exchange selama koreksi. Tekanan jual ini muncul setelah tiga hari yang relatif sepi, di mana performa HYPE dalam sepekan sekitar -2%.
Namu,n per 25 Maret, arus sudah berbalik total. Arus bersih sekarang negatif US$818.350, berarti lebih banyak HYPE keluar dari exchange dibanding yang masuk. Jika token dipindahkan dari exchange, biasanya ini menandakan bahwa pembeli spot tengah mengakumulasi, bukan bersiap untuk menjual.
Pasar derivatif semakin memperkuat perubahan ini. Peta likuidasi perpetual HYPE/USDT di Bybit dalam tujuh hari terakhir menunjukkan leverage likuidasi short kumulatif hampir US$29 juta dibandingkan dengan long yang hanya US$22 juta. Pasar cenderung ke arah short, dengan klaster besar likuidasi short mengumpul di atas US$45.
Jika harga berhasil menembus di atas US$45, posisi short yang berat ini bisa memicu gelombang buyback paksa, sehingga mendorong harga naik lebih tinggi. Mayoritas trader masih bertaruh koreksi akan lanjut lebih dalam, tetapi pasar spot menunjukkan cerita berbeda.
Dengan arus spot sudah berbalik bullish dan posisi short menumpuk, sinyal RSI terbaru di chart harian bisa jadi pemicu yang menentukan arah selanjutnya.
Antara 25 September 2025 dan 23 Maret 2026 (pola terbaru), harga HYPE membentuk lower low sementara RSI justru melakukan higher low. Bullish divergence standar seperti ini seringkali mengawali rebound besar, sekaligus menjadi penyeimbang hidden bearish divergence yang sebelumnya memicu koreksi.
Kedua sinyal ini membentuk gambaran yang jelas. Hidden bearish divergence menyebabkan koreksi jangka pendek setelah target breakout hampir tercapai. Sekarang, bullish divergence standar justru menyiratkan bahwa koreksi mungkin sudah selesai dan potensi pergerakan naik baru mulai terbentuk.
Harga HYPE sudah mulai naik setelah sinyal divergence tersebut muncul.
Agar skenario ini terwujud, HYPE perlu mencatat penutupan harian yang bersih di atas US$41. Resistance berikutnya berada di US$43, yang selaras dengan target breakout sebelumnya sekaligus jadi level horizontal kunci. Di atas US$43, US$48 menjadi batas krusial karena berada tepat pada area ekstensi Fibonacci 0,618.
Jika US$48 berhasil dilewati saat pembeli spot tetap memberi tekanan dan posisi short mengalami short squeeze, peluang terbuka menuju US$51, US$54, dan akhirnya US$66 di level ekstensi 1,618. Jika HYPE bisa mencapai US$66, ini akan mencatatkan rekor all-time high baru bagi Hyperliquid.
Di sisi bawah, jika gagal bertahan di US$36 maka bullish divergence jadi tidak berlaku dan HYPE bisa turun menuju zona support di US$25. Untuk saat ini, US$48 menjadi batas yang memisahkan reli short squeeze menuju all-time high baru dengan potensi koreksi lebih dalam ke US$37.


