American Bitcoin Corp (ABTC), perusahaan Bitcoin miner milik putra Trump, kini sudah mengumpulkan lebih dari 7.000 Bitcoin (BTC) di treasury mereka. Jumlah tersebut setara sekitar US$471 juta, di tengah harga sahamnya yang turun ke titik terendah sejak IPO.
Saham perusahaan turun hampir 4% dalam satu hari, memperpanjang penurunan tajam yang sudah berlangsung sejak debut Nasdaq mereka pada September tahun lalu.
Pada waktu publikasi, harga saham ABTC diperdagangkan di angka US$0,81. Nilai ini mendekati level terendah terakhir yang pernah tercapai pada April 2025 dan hanya sedikit di atas rekor terendah sepanjang masa di US$0,6275.
American Bitcoin melantai di bursa pada Mei 2025 dengan sekitar 2.443 BTC di treasury. Sejak itu, perusahaan hampir melipatgandakan kepemilikannya dan kini berada di peringkat ke-16 di antara pemegang Bitcoin terbesar yang terdaftar di bursa secara global, dengan 7.000 BTC di treasury mereka.
Perusahaan ini menambah cadangannya lewat dua jalur: pembelian langsung di pasar serta hasil mining Bitcoin dari operasi sendiri.
Perusahaan ini juga telah lebih dari dua kali lipatkan jumlah satoshi per saham, yaitu metrik untuk mengukur kepemilikan Bitcoin dibanding jumlah saham yang beredar.
Meski cadangan Bitcoin kian bertambah, harga saham ABTC sudah anjlok hampir 88% dalam enam bulan terakhir. Sahamnya sempat menyentuh puncak di US$14,52 pada 3 September 2024 saat reli hari pertama, dan perdagangan sempat dihentikan tujuh kali akibat volatilitas harga. Sejak saat itu, harga saham belum pernah pulih.
Perusahaan membukukan kerugian bersih lebih dari US$59 juta pada Q4 2024, berbalik tajam dari laba US$3,49 juta di periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan harga aset kripto sepanjang kuartal itu pun berkontribusi pada kerugian tersebut.
American Bitcoin terbentuk setelah saudara Trump menggabungkan entitas mereka yang privat dengan perusahaan miner yang terdaftar, yaitu Hut 8. Setelah itu, mereka meraih listing Nasdaq lewat skema tukar saham dengan Gryphon Digital Mining.
Saat ini Bitcoin sendiri diperdagangkan di kisaran US$66.844, yang masih sekitar 50% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa yaitu US$126.199 pada Oktober lalu.
Apakah pertumbuhan cadangan BTC nantinya bisa mengangkat kembali harga saham, tetap bergantung pada bagaimana investor menilai akumulasi treasury dibandingkan dengan kerugian operasional yang sedang berjalan.


