XRP Memasuki April 2026, Terjebak di Channel Turun Sejak Juli 2025; Maret Rugi Lagi, Rangkaian Merah Sudah 6 Bulan Beruntun
Terjadinya Death Cross di grafik 3 hari, keyakinan holder menengah yang melemah, dan akumulasi leverage secara berisiko, semuanya menandakan tekanan kemungkinan masih berlanjut.
Tapi, secara historis, April memang sering jadi bulan yang kuat untuk XRP. Apakah kekuatan musiman ini bisa menandingi kerusakan struktur yang ada, akan menentukan arah token ini di bulan April.
Grafik return bulanan menunjukkan bahwa harga XRP memang kesulitan selama tahun 2026. Secara historis, Januari, Februari, dan Maret memang punya return median negatif, jadi penurunan di bulan-bulan itu memang cukup bisa diprediksi.
Tapi, April justru menunjukkan cerita berbeda di atas kertas. Rata-rata return historis XRP di bulan April tercatat +24,8%, dengan median positif +2,05%. Namun, mengingat tahun 2026 sudah banyak menyimpang dari tren musiman, tidak hanya pada BTC dan ETH, maka terlalu mengandalkan sejarah saja tentu berisiko.
Grafik 3 hari menjadi alasan kenapa harus tetap waspada. XRP mengalami penurunan dalam channel turun sejak pertengahan Juli 2025, dan tren menurun ini baru-baru saja memunculkan Death Cross, yaitu saat Exponential Moving Average (EMA) 50 hari, indikator tren yang lebih menekankan pergerakan harga terbaru, menembus di bawah EMA 200 hari.
Cross EMA sebelumnya di timeframe ini menghasilkan koreksi signifikan. Pada Oktober, ketika EMA 20 hari menembus di bawah EMA 50 hari, harga turun 32%.
Pada Januari, crossover itu memicu penurunan hingga 54%. Untuk Death Cross yang terjadi saat ini, koreksi yang terjadi sementara ini sudah mencapai 19%.
Jika pola ini berlanjut sampai ke garis tren bawah channel turun, target breakdown konservatifnya berada di kisaran 35%. Jika melihat bagian terlebar dari channel, potensi koreksi bisa mencapai 54%.
Antara 24 November hingga 23 Maret di grafik 3 hari, XRP membentuk higher low pada harga, tapi Relative Strength Index (RSI) yang menjadi indikator momentum justru menyentuh level yang sama.
RSI yang gagal naik seiring struktur harga beserta munculnya hidden bearish divergence, menunjukkan bahwa koreksi yang dimulai sejak 17 Maret kemungkinan masih bisa berlanjut, sehingga menguatkan dugaan koreksi yang dipicu oleh EMA memang belum selesai.
Tapi, analisis teknikal saja belum cukup untuk konfirmasi koreksi lebih dalam. Kita juga perlu melihat data on-chain untuk lapisan konfirmasi tambahan.
Metode HODL Waves yang mengukur persentase supply berdasarkan umur penyimpanan aset oleh holder, mengungkap bahwa keyakinan dari holder menengah mulai memudar menuju bulan April.
Grup holder 6 bulan sampai 12 bulan, yaitu salah satu kelompok holder XRP yang paling berkomitmen, mulai meningkatkan supply mereka sejak akhir Februari. Kepemilikan mereka naik dari 22,768% sampai 23,54% per 27 Maret.
Tapi, setelah 27 Maret, grup ini mulai mengurangi kepemilikan. Pangsa supply mereka turun dari 23,54% ke sekitar 22,98%. Waktunya bertepatan dengan sinyal RSI yang muncul 23 Maret, mengindikasikan tekanan bearish di grafik ikut memengaruhi perilaku holder.
Kalau holder dengan keyakinan tinggi terus mengurangi posisi mereka di bulan April, maka itu akan menghilangkan salah satu lapisan support pada harga XRP. Dan data cost basis memperlihatkan di mana level support tersebut berada.
Heatmap distribusi cost basis menunjukkan adanya klaster supply padat sekitar 19,6 juta XRP yang terkonsentrasi di rentang harga US$1,27 sampai US$1,28. Inilah zona demand terdekat yang paling kuat saat ini.
Kalau XRP jatuh menembus klaster ini, hilangnya fondasi support tersebut berpotensi mempercepat tekanan jual, apalagi para holder dengan keyakinan tinggi sudah mulai mundur.
Gambaran leverage menambah satu kekhawatiran lain menjelang bulan April. Open interest turun dari US$975,77 juta pada 17 Maret ke level terendah US$723,96 juta pada 23 Maret, atau mengalami penurunan 26%. Setelah itu, open interest rebound menjadi US$752,98 juta.
Rebound ini menandakan bahwa posisi baru mulai masuk, bukan posisi lama yang dipertahankan.
Funding rate, yang mencerminkan keseimbangan antara posisi long dan short di kontrak perpetual, berubah dari 0,0015% pada 17 Maret menjadi 0,008% saat ini. Funding rate yang naik, bersamaan dengan open interest yang pulih dari level terendah, menandakan posisi long baru sedang dibuka.
Hal ini membentuk setup yang rapuh. Posisi short terlikuidasi saat harga turun dari 17 Maret sampai 23 Maret, namun harga tidak memberikan pantulan yang berarti.
Sekarang posisi long mulai masuk kembali di funding rate yang tinggi, padahal struktur grafik, holder dengan keyakinan tinggi, dan RSI semuanya menunjukkan sinyal bearish. Jika harga XRP menembus di bawah klaster US$1,27, maka posisi long dengan leverage ini berisiko terlikuidasi, sehingga penurunan harga dapat makin tajam.
Level paling krusial di bulan April adalah US$1,29. Level ini searah dengan level Fibonacci 0,786 dan berada tepat di atas klaster suplai yang padat antara US$1,27 dan US$1,28.
Jika harga ditutup di bawah US$1,29 selama 3 hari, klaster itu langsung terancam ditembus. Jika klaster ini jebol, support berikutnya turun ke US$1,20, yaitu level Fibonacci 1,0. Di bawah itu, US$0,96 bisa menjadi batas selanjutnya dalam jangka waktu lebih panjang.
Di sisi atas, XRP perlu merebut kembali US$1,45 sebelum ada sinyal pemulihan, lalu berikutnya US$1,50. Jika harga menembus di atas US$1,60, ini akan menjadi breakout tren yang jelas dan bisa menggeser prediksi harga XRP di bulan April dari tren defensif ke lebih konstruktif.
Saat ini, April adalah soal mempertahankan US$1,29. Death Cross, holder dengan keyakinan yang melemah, klaster suplai padat tepat di bawah harga saat ini, serta akumulasi leverage yang berisiko, semuanya menunjukkan bahwa jalur termudah masih mengarah turun.
Pertahanan harga secara konsisten di atas US$1,45 akan memisahkan reli pemulihan ke arah US$1,60 dari kemungkinan penurunan lanjutan ke US$1,20 atau lebih rendah.