Cryptoharian – Bitcoin (BTC) memasuki fase krusial menjelang penutupan kuartal, dengan struktur harga yang masih menunjukkan tekanan ke bawah. Dalam pandangan terbarunya, seorang analis bernama Minga menyoroti bahwa pergerakan saat ini perlu dilihat dari perspektif timeframe besar, bukan hanya fluktuasi harian.
Di timeframe 3 bulanan, Bitcoin sudah mencetak dua candle bearish kuat sejak all-time high. Minga menjelaskan bahwa momentum utama masih berada di sisi turun, dan membuka kemungkinan terbentuknya pola klasik bearish seperti Three Black Crows.
Namun, arah selanjutnya belum sepenuhnya terkunci.
“Fokus utama kini berada di sekitar US$ 58.900. Level ini bukan sekedar support biasa, tetapi juga menjadi area likuiditas besar yang belum tersentuh,” ungkap Minga.
Dalam banyak kasus, harga cenderung ‘mencari’ likuiditas seperti ini sebelum menentukan arah berikutnya.
Jika Bitcoin turun ke area tersebut lalu mampu bertahan dan memantul dengan kuat, pasar bisa masuk ke fase konsolidasi. Dalam skenario, pergerakan harga kemungkinan akan berkisar di range yang lebih stabil.
“Namun, jika kita kehilangan level tersebut, maka akan terbuka pintu untuk penurunan lebih lanjut. Dalam hal ini, area yang menarik berikutnya berada di sekitar US$ 48.900 dan US$ 38.500.” ujarnya.
Baca Juga: Fannie Mae akan terima hipotek berbasis kripto untuk pertama kalinya
Breakdown di bawah area ini akan memperkuat struktur bearish yang sudah terbentuk, sekaligus membuka ruang penurunan lebih dalam. Dalam kondisi seperti itu, pasar berpotensi mencari area support berikutnya yang lebih rendah.
Menariknya, sebelum skenario penurunan lanjutan terjadi, masih ada peluang untuk pergerakan naik dalam jangka pendek.
Area sekitar US$ 71.300 hingga US$ 74.400 disebut sebagai zona yang menyimpan likuiditas di timeframe lebih kecil. Ini berarti harga masih bisa naik ke area tersebut untuk melakukan retest sebelum melanjutkan tren turun.
“Kita masih bisa melihat pergerakan ke wilayah US$ 71.300 – US$ 74.400 ke arah atas pada awal candle berikutnya. Ada likuiditas yang cukup besar di area tersebut pada timeframe jangka panjang, sehingga pengujian ulang bearish di area tersebut masih sangat mungkin terjadi sebelum berlanjut kembali ke arah bawah,” pungkas Minga.

