André Dragosch, Pengarah Penyelidikan di Bitwise Europe, telah mengkaji impak proses refleksi global terhadap mata wang kripto. Teruskan Membaca: Ekonomi Global/André Dragosch, Pengarah Penyelidikan di Bitwise Europe, telah mengkaji impak proses refleksi global terhadap mata wang kripto. Teruskan Membaca: Ekonomi Global/

Global Economic Reflation Alert: Apakah Maknanya bagi Bitcoin dan Altcoin?/

Seiring ekonomi global memasuki fase baru “reflasi”, beberapa analis percaya bahwa perubahan ini dapat menciptakan lingkungan yang positif bagi Bitcoin (BTC).

Setelah periode pendinginan inflasi, sinyal dari pasar komoditas dan mata uang menunjukkan bahwa tekanan harga mungkin kembali bergerak naik.

André Dragosch, Direktur Riset di Bitwise Europe, menyatakan bahwa pasar komoditas dan valuta asing menandakan gelombang baru reflasi di seluruh dunia. Reflasi berarti bahwa tekanan inflasi yang semakin menurun berbalik arah dan mulai meningkat lagi; proses ini biasanya disertai dengan kenaikan harga komoditas, pelemahan mata uang, dan kebijakan moneter yang ekspansif.

Menurut Dragosch, modal sedang beralih dari obligasi Treasury AS ke komoditas. Memang, harga emas telah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa, sementara harga perak telah naik sekitar 50% sejak awal tahun.

Berita Terkait: BERITA TERBARU: Ketua SEC dan CFTC Memberikan Pernyataan Positif Mengenai Pasar Kripto!

Sementara harga emas dan perak mencapai rekor tertinggi, harga Bitcoin tetap relatif stabil. Namun, Dragosch mengingatkan bahwa secara historis, periode reflasi sering kali berujung pada kenaikan harga Bitcoin.

Dragosch juga menyarankan bahwa The Fed mungkin telah mulai melakukan intervensi di pasar valuta bersama dengan Bank of Japan. Pendapat ini juga diungkapkan oleh mantan CEO BitMEX, Arthur Hayes.

Menurut analisis terbaru Hayes, jika pelemahan yen terhadap dolar terjadi bersamaan dengan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang, hal ini bisa menjadi pertanda adanya keraguan terhadap kepercayaan pasar terhadap utang pemerintah. Dalam skenario seperti itu, diasumsikan bahwa The Fed membeli yen dengan mencetak dolar dan menggunakan yen tersebut untuk membeli obligasi Jepang, sehingga memperluas neraca keuangannya.

Namun, Menteri Keuangan AS Scott Bessent membantah tuduhan-tuduhan tersebut. Saat berbicara kepada CNBC, Bessent menjawab pertanyaan mengenai apakah pemerintahan Trump ikut campur dalam kebijakan mata uang Asia dengan berkata, “Tentu saja tidak. Kami memiliki kebijakan dolar yang kuat.”

*Ini bukan merupakan saran investasi.

Selanjutnya: Peringatan Reflasi Ekonomi Global: Apa Artinya bagi Bitcoin dan Altcoin?

/
Penafian: Artikel yang disiarkan semula di laman web ini diperoleh daripada platform awam dan disediakan untuk tujuan maklumat sahaja. Mereka tidak semestinya mencerminkan pandangan MEXC. Semua hak kekal dengan pengarang asal. Jika anda percaya ada kandungan yang melanggar hak pihak ketiga, sila hubungi [email protected] untuk dialih keluar. MEXC tidak memberi jaminan mengenai ketepatan, kesempurnaan atau ketepatan masa kandungan dan tidak bertanggungjawab terhadap sebarang tindakan yang diambil berdasarkan maklumat yang diberikan. Kandungan itu tidak membentuk nasihat kewangan, undang-undang atau profesional lain, dan ia juga tidak boleh dianggap sebagai cadangan atau pengesahan oleh MEXC.