Bursa Lise Lightning di Prancis akan melakukan listing terhadap pemasok industri kedirgantaraan ST Group pada 9 April, menandai IPO (initial public offering) sepenuhnya onchain pertama di Eropa di bawah rezim pilot Distributed Ledger Technology (DLT) Uni Eropa.
Bursa yang berbasis di Paris ini menggabungkan proses penerbitan, perdagangan, dan penyelesaian ke dalam satu infrastruktur blockchain yang beroperasi 24 jam setiap hari, tanpa biaya langganan dan menggunakan model alokasi berdasarkan siapa cepat dia dapat. Hal ini membuat investor tidak perlu melewati perantara seperti underwriter tradisional.
ST Group memasok komponen komposit berkinerja tinggi untuk Airbus A350, A320, serta pesawat tempur Rafale milik Dassault.
Perusahaan yang berbasis di Toulouse ini membukukan pendapatan sebesar €3 juta pada tahun 2025, naik 18,7% secara tahunan, dan menargetkan €11 juta pada 2030 — naik 3,5 kali lipat dalam lima tahun.
Perusahaan memiliki pendapatan program seumur hidup yang diproyeksikan sebesar €59 juta selama sepuluh tahun ke depan, berdasarkan kontrak yang sudah ada dengan klien-klien seperti Thales Alenia Space serta Angkatan Laut Prancis.
Lise mendapatkan dukungan dari BNP Paribas, CACEIS, serta Bpifrance. Bursa ini menyasar perusahaan kecil dan menengah yang selama ini terhalang masuk ke pasar modal tradisional karena biaya tinggi dan proses yang lama.
Debut ST Group hadir di tengah upaya perusahaan tokenisasi Eropa, termasuk Lise, yang telah mendorong pembuat kebijakan Uni Eropa untuk mengubah Rezim Pilot DLT, dengan memperingatkan bahwa batasan yang berlaku saat ini bisa mendorong pasar onchain berpindah ke AS.
Jika sukses, listing pada 9 April nanti akan menjadi bukti konsep paling jelas sejauh ini bagi regulator.


