Cryptoharian – Ethereum Foundation mulai mengubah cara mengelola asetnya. Setelah lama dikritik karena hanya menyimpan ETH tanpa dimanfaatkan, kini organisasi tersebut mulai agresif masuk ke staking.
Pada Jumat, foundation memindahkan sekitar 45.000 ETH ke Beacon Deposit Contract, dengan nilai lebih dari US$ 90 juta saat transaksi dilakukan. Langkah ini membuat total ETH yang mereka staking mendekati 70.000 ETH, dengan nilai keseluruhan melampaui US$ 140 juta.
Ini bukan sekadar transaksi biasa, tetapi sinyal perubahan arah yang cukup jelas.
Selama bertahun-tahun, Ethereum Foundation memperlakukan ETH sebagai cadangan, bukan aset produktif. Pendekatan ini masih masuk akal sebelum Ethereum beralih ke proof of stake. Namun sejak transisi pada 2022, staking menjadi cara utama untuk menghasilkan yield, dengan imbal hasil tahunan di kisaran 3 hingga 4 persen.
Artinya, selama ini ada potensi pendapatan yang tidak dimanfaatkan.
Perubahan strategi ini sebenarnya sudah mulai terlihat sejak 2024, ketika foundation memperbarui kebijakan treasury dan mulai membuka diri terhadap staking dan DeFi. Namun, langkah terbaru ini menjadi eksekusi paling besar sejauh ini.
Keputusan ini juga tidak lepas dari tekanan komunitas. Sebelumnya, foundation sempat dikritik karena menjual ETH secara langsung untuk membiayai operasional. Meskipun dilakukan melalui OTC agar tidak mengguncang pasar, langkah tersebut tetap dianggap mengurangi eksposur jangka panjang.
Baca Juga: Bitcoin Turun Usai Data Tenaga Kerja AS Menguat
Dengan staking, pendekatannya berbeda. Alih-alih menjual aset, foundation kini bisa menghasilkan arus kas dari yield. Ini memberi alternatif pendanaan tanpa harus melepas kepemilikan inti mereka.
Dampak ke Pasar ETH
Secara praktis, staking dalam jumlah besar berarti mengurangi suplai ETH yang beredar di pasar.
Saat ini, sekitar 28 persen total suplai Ethereum sudah terkunci dalam staking. Kontribusi dari Ethereum Foundation memang tidak dominan, tetapi tetap signifikan secara simbolis.
Langkah ini memperkuat narasi bahwa ETH bukan hanya aset spekulatif, tetapi juga instrumen yang bisa menghasilkan yield.
Meski ada perkembangan positif dari sisi fundamental, harga ETH masih menghadapi tekanan.
Saat ini, Ethereum diperdagangkan sedikit di atas US$ 2.000, jauh di bawah all-time high sebelumnya. Selain itu, persaingan dari blockchain lain seperti Solana dan Avalanche terus meningkat, terutama di sektor DeFi dan aplikasi dengan kebutuhan biaya rendah.
Ini membuat Ethereum harus beradaptasi, tidak hanya secara teknologi, tetapi juga dalam cara mengelola ekosistemnya.

