Departemen Teknologi Informasi dan Komunikasi (DICT) mengatakan tidak akan memblokir akses ke Roblox di Filipina setelah platform tersebut berkomitmen untuk memperkuat langkah-langkah keamanannya.
"Roblox telah memaparkan dan menjelaskan pengamanan yang lebih ketat di platformnya, termasuk pemantauan yang lebih ketat, mekanisme pelaporan, dan kontrol konten yang sesuai usia," kata DICT dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa.
DICT, bersama dengan Cybercrime Investigation and Coordinating Center (CICC), mengatakan akan fokus pada penguatan keamanan di seluruh platform digital alih-alih memberlakukan larangan atau membatasi akses ke Roblox.
Roblox telah berkomitmen untuk melakukan kampanye informasi guna membimbing pengguna tentang keamanan online dan penggunaan platform yang tepat, kata DICT. Ditambahkan bahwa fitur kontrol orang tua mencakup pemantauan waktu layar, memblokir konten yang tidak pantas, dan memilih konten yang sesuai usia.
Roblox adalah platform permainan online yang memungkinkan pengguna berinteraksi dalam lingkungan virtual dan terlibat dengan pemain lain.
National Telecommunications Commission (NTC), bersama dengan DICT dan CICC, sebelumnya telah mengadakan pertemuan terkait masalah keamanan menyusul keluhan bahwa pengaturan Roblox yang terbuka dan dibuat oleh pengguna telah dieksploitasi, membuat anak-anak terpapar pada risiko potensial, termasuk ekstremisme kekerasan.
"Digital Pinoys menyambut baik reformasi yang disepakati oleh Roblox, DICT, dan CICC sebagai langkah yang diperlukan untuk memperkuat keamanan anak dan akuntabilitas di platform tersebut," kata Ronald B. Gustilo, juru kampanye nasional kelompok Digital Pinoys, dalam pesan Viber pada hari Selasa.
Ia mengatakan langkah-langkah seperti verifikasi usia yang lebih ketat, moderasi konten, dan koordinasi penegakan hukum yang lebih kuat dapat membantu membangun kerangka kerja yang lebih kuat untuk melindungi pengguna, khususnya anak di bawah umur, dari risiko online. — Ashley Erika O. Jose