Utang publik global kini mendekati 100% dari PDB dunia, level yang belum pernah terjadi lagi sejak Perang Dunia II.
IMF memberikan peringatan serius: dengan utang yang tinggi dan biaya pinjaman yang terus naik, pemerintah tidak bisa lagi menunda keputusan fiskal yang sulit.
Bagan IMF menceritakan kisah dramatis. Utang publik global sebagai persentase PDB melonjak pada beberapa krisis besar sejarah: Perang Dunia I, Depresi Besar, Perang Dunia II, Krisis Keuangan Global 2008, dan COVID-19.
Tapi, arah utang saat ini berbeda. Tidak seperti periode setelah Perang Dunia II, ketika level utang turun drastis, proyeksi sekarang menunjukkan utang akan terus meningkat. IMF memperkirakan utang publik global sebentar lagi akan melampaui puncak level utang Perang Dunia II.
Fakta Menarik: Setelah Perang Dunia II, utang global turun dari 150% menjadi di bawah 50% dari PDB hanya dalam dua dekade. Proyeksi hari ini justru menunjukkan tren sebaliknya.
IMFNews, Source: XPeringatan utang IMF memberikan dampak langsung pada pasar kripto:
Bagan menunjukkan lonjakan utang di setiap krisis utama abad ke-20. tapi, setiap lonjakan tersebut selalu diikuti penurunan lagi. Arah utang saat ini justru memutus pola tersebut.
COVID-19 mendorong rasio utang hingga di atas 100% dari PDB. Alih-alih menurun, proyeksi justru memperlihatkan peningkatan berkelanjutan. Untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II, tak ada jalur yang jelas menuju level yang berkelanjutan.
Bagi kripto, kondisi ekonomi makro ini justru memperkuat alasan memilih alternatif terdesentralisasi dibanding mata uang yang dikeluarkan pemerintah. Seiring menurunnya kepercayaan pada kebijakan fiskal, sistem trustless semakin diminati.


