Perusahaan brokerage global, Charles Schwab mengingatkan investor agar berhati-hati dalam menempatkan aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum ke dalam portofolio. Meski diakui memiliki potensi, Schwab menegaskan bahwa porsi kripto sebaiknya tetap kecil karena volatilitasnya dapat secara signifikan memengaruhi risiko investasi secara keseluruhan.
Dalam laporan terbarunya per 6 April, Schwab menyebut bahwa tidak ada angka pasti terkait alokasi ideal kripto dalam portofolio. Keputusan tersebut sangat bergantung pada profil masing-masing investor, mulai dari toleransi risiko, tujuan investasi, hingga pemahaman terhadap aset digital.
Schwab menawarkan dua pendekatan utama dalam menentukan alokasi kripto. Pertama, pendekatan tradisional yang mempertimbangkan return, volatilitas, dan korelasi. Kedua, pendekatan risk budgeting, yaitu menentukan porsi kripto berdasarkan seberapa besar risiko yang siap ditanggung dalam portofolio.
Namun, inti pesannya jelas: kripto bisa menjadi bagian dari portofolio, tetapi harus dengan ukuran yang sangat terkontrol.
Baca juga: Gencatan Senjata AS-Iran: Bitcoin, ETH, dan XRP Kasih Sinyal Bull!
Schwab menyoroti bahwa Bitcoin dan Ethereum memiliki tingkat volatilitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan aset tradisional. Data hingga Oktober 2025 menunjukkan Bitcoin memiliki volatilitas tahunan sebesar 72,1% dengan penurunan maksimum mencapai 73,4%.
Sementara itu, Ethereum bahkan lebih ekstrem dengan volatilitas tahunan 98,3% dan drawdown hingga 87,8%. Angka ini jauh melampaui saham besar AS maupun instrumen pendapatan tetap, sehingga bahkan alokasi kecil pun dapat berdampak besar terhadap pergerakan portofolio.
Dalam simulasi Schwab, dengan asumsi return 15% per tahun, alokasi Bitcoin hanya sekitar 1% untuk portofolio konservatif, dan maksimal 8,8% untuk portofolio agresif. Untuk Ethereum, angkanya bahkan lebih kecil.
Tim Research Tokocrypto menilai pandangan Schwab mencerminkan semakin matangnya pendekatan institusi terhadap kripto. “Institusi tidak lagi melihat kripto hanya dari sisi potensi kenaikan harga, tetapi juga dari bagaimana aset ini memengaruhi keseluruhan profil risiko portofolio,” jelas tim tersebut.
Menurut mereka, volatilitas tinggi memang menjadi karakter utama kripto, namun hal ini juga membuka peluang jika dikelola dengan strategi yang tepat. “Kunci utamanya adalah sizing. Alokasi kecil bisa memberikan eksposur terhadap pertumbuhan, tanpa mengorbankan stabilitas portofolio secara keseluruhan,” tambahnya.
Selain itu, Tim Research Tokocrypto juga menyoroti bahwa semakin banyak institusi yang mulai menyediakan akses langsung ke kripto, termasuk rencana Schwab meluncurkan perdagangan spot Bitcoin dan Ethereum pada paruh pertama 2026. “Ini menunjukkan bahwa adopsi terus berjalan, tetapi dengan pendekatan yang jauh lebih terukur dan berbasis manajemen risiko,” tutupnya.
Baca Juga: BlackRock Diam-Diam Daftarkan Staked Ethereum Trust
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Schwab: Bitcoin dan ETH Bisa Guncang Portofolio Meski Cuma 1% appeared first on Tokocrypto News.

