Morgan Stanley telah meluncurkan Morgan Stanley Bitcoin (BTC) Trust di NYSE Arca dengan kode MSBT, sehingga menjadi bank besar AS pertama yang menerbitkan exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot.
Produk ini masuk ke pasar yang sudah penuh, di mana lebih dari 10 ETF Bitcoin spot saat ini menampung aset senilai lebih dari US$85 miliar secara total.
Analis ETF, Eric Balchunas, memprediksi pengelolaan dana mencapai US$5 miliar di tahun pertama dan volume perdagangan di hari pertama sebesar US$30 juta.
MSBT menawarkan rasio biaya sebesar 14 basis poin, sehingga menjadi ETF Bitcoin spot termurah di pasar saat ini. Jumlah tersebut lebih rendah satu basis poin dibanding produk BTC milik Grayscale Investments, dan lebih murah 11 basis poin dari BlackRock iShares Bitcoin Trust (IBIT).
Saat ini, IBIT masih mendominasi pasar dengan mengelola sekitar 60% dari total aset di kategori tersebut.
Morgan Stanley Wealth Management membawahi sekitar 16.000 penasihat keuangan dan mengelola triliunan aset nasabah.
Sejak 2024, para penasihat tersebut boleh merekomendasikan ETF Bitcoin spot pihak ketiga seperti IBIT dan FBTC milik Fidelity. Kini, MSBT membuat biaya pengelolaan tetap berada di bawah kendali internal Morgan Stanley.
Balchunas menuturkan bahwa penetapan biaya yang agresif ini menandakan permintaan tinggi dari para penasihat keuangan.
Pemilihan waktunya cukup menarik. BTC sendiri sudah turun lebih dari 40% dari puncaknya di Oktober, dari sekitar US$126.199 dan diperdagangkan di harga US$71.307 saat hari peluncuran.
ETF Bitcoin spot sempat mengalami arus keluar bersih selama empat bulan berturut-turut antara November 2025 hingga Februari 2026, dengan total sekitar US$6,3 miliar.
Tapi, tren tersebut berbalik di bulan Maret dengan arus masuk mencapai US$1,32 miliar, walau pada kuartal pertama 2026 tetap tercatat arus keluar bersih tipis.
Keputusan Morgan Stanley untuk meluncurkan produk di tengah pasar lesu menunjukkan bahwa bank ini melihat penurunan harga sebagai peluang beli, bukan alasan untuk menunda.
Analis ETF, Nate Geraci, juga menyoroti produk lain yang meluncur di hari yang sama, yaitu Nicholas Bitcoin and Treasuries AfterDark ETF (NGHT).
Instrumen keuangan ini menawarkan eksposur panjang pada BTC hanya di jam malam, lalu berputar ke obligasi jangka pendek AS selama sesi perdagangan di AS.
Ambisi ETF Morgan Stanley tidak hanya untuk BTC saja. Pada Januari lalu, bank ini juga telah mendaftarkan S-1 baik untuk Ethereum trust maupun Solana trust.
Morgan Stanley juga berencana membuka perdagangan aset kripto untuk ritel di E-Trade pada paruh pertama 2026.
Coinbase Custody Trust Co. dan Bank of New York Mellon akan bertindak sebagai penyedia layanan kustodian aset digital untuk MSBT.
Dana ini diluncurkan dengan modal awal sekitar US$1 juta dan tersedia sebanyak 50.000 unit saham untuk diperdagangkan.
Apakah target US$5 miliar versi Balchunas bisa tercapai akan sangat bergantung seberapa cepat jaringan penasihat Morgan Stanley mengalihkan alokasi, serta apakah BTC dapat cukup stabil untuk mengajak investor yang menunggu untuk kembali masuk pasar.

