Saat perkembangan geopolitik di Timur Tengah terus bersinggungan dengan pasar cryptocurrency, klaim bahwa Iran menuntut pembayaran Bitcoin melalui Selat Hormuz telah menarik perhatian.
Menurut sebuah analisis, jika gencatan senjata saat ini berlanjut dan Iran menuntut biaya transit dalam Bitcoin untuk kapal tanker minyak, negara tersebut dapat memperoleh sekitar 4.000 BTC dalam dua minggu.
Menurut laporan, Iran mungkin menuntut pembayaran dalam Bitcoin sebesar $1 per barel dari kapal tanker minyak yang melewati Selat Hormuz selama periode gencatan senjata dua minggu. Ini berarti biaya wajib untuk kapal tanker yang penuh, sementara kapal tanker kosong akan diizinkan lewat tanpa biaya. Proses pembayaran dilaporkan akan sangat cepat, dan melakukan transaksi melalui Bitcoin akan membuatnya lebih sulit untuk dilacak atau disita aset di bawah sanksi.
Berita Terkait: Pendukung Besar Bitcoin Michael Saylor Menanggapi Klaim Bahwa Identitas Satoshi Nakamoto Telah Terungkap
Menurut perkiraan berdasarkan data dari Badan Energi Internasional, jika lalu lintas minyak di Selat Hormuz kembali normal selama gencatan senjata, sekitar 20 juta barel minyak dan produk minyak bumi dapat diangkut setiap hari. Dalam skenario ini, Iran dapat memperoleh sekitar $20 juta senilai Bitcoin per hari, dengan total pendapatan $280 juta selama dua minggu. Jumlah ini setara dengan sekitar 4.000 BTC pada harga saat ini.
Namun, perlu dicatat bahwa perhitungan ini murni teoritis dan berdasarkan kondisi pasar normal. Faktor-faktor seperti pembebasan kapal tanker kosong, apakah praktik ini akan diterapkan, dan sejauh mana risiko geopolitik yang ada di wilayah tersebut akan mempengaruhi lalu lintas maritim dapat mengubah angka akhir secara signifikan. Selain itu, belum ada konfirmasi resmi apakah sistem pembayaran tol Bitcoin akan benar-benar diterapkan.
*Ini bukan saran investasi.
Lanjutkan Membaca: Jika Permintaan Bitcoin Iran melalui Selat Hormuz Menjadi Kenyataan, Berapa Banyak BTC yang Akan Diterima Iran? Inilah Perhitungan yang Tidak Konvensional
