Risalah rapat terbaru FOMC menunjukkan bahwa konflik Iran berpotensi mendorong inflasi naik. Kompleksitas Baru Kebijakan The Fed Tim Research Tokocrypto menjelaRisalah rapat terbaru FOMC menunjukkan bahwa konflik Iran berpotensi mendorong inflasi naik. Kompleksitas Baru Kebijakan The Fed Tim Research Tokocrypto menjela

Dilema Fed: Tensi Iran Picu Inflasi, Tapi Buka Jalan Cut Rate!

2026/04/09 17:51
durasi baca 3 menit
Untuk memberikan masukan atau menyampaikan kekhawatiran terkait konten ini, silakan hubungi kami di [email protected]

Ketidakpastian global kembali memengaruhi arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Risalah rapat terbaru The Federal Reserve (FOMC) menunjukkan bahwa konflik Iran berpotensi mendorong inflasi naik, namun di saat yang sama juga menekan pasar tenaga kerja, menciptakan dilema besar bagi bank sentral tersebut.

The Fed Soroti Risiko Ganda: Inflasi dan Tenaga Kerja

Berdasarkan risalah pertemuan FOMC bulan Maret, mayoritas pejabat The Fed menilai bahwa risiko kenaikan inflasi (upside risk) dan pelemahan pasar tenaga kerja (downside risk) kini sama-sama meningkat.

Dilaporkan Coingape, kondisi ini diperparah oleh perkembangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya potensi konflik berkepanjangan dengan Iran. Kenaikan harga minyak menjadi salah satu kekhawatiran utama, karena dapat menekan daya beli masyarakat, memperketat kondisi keuangan, serta memperlambat pertumbuhan ekonomi global.

Menariknya, meski inflasi berpotensi naik, beberapa pejabat justru melihat peluang untuk melakukan pemangkasan suku bunga jika kondisi pasar tenaga kerja memburuk lebih dalam.

Baca juga: Donald Trump Desak The Fed Pangkas Suku Bunga 2 Poin

The Fed Masih Tahan Suku Bunga

Meski wacana penurunan suku bunga masih terbuka, The Fed diperkirakan akan menahan suku bunga dalam pertemuan FOMC bulan ini.

Langkah ini diambil karena bank sentral masih menilai terlalu dini untuk menentukan dampak penuh dari konflik Iran terhadap perekonomian AS. The Fed memilih pendekatan wait and see, dengan mengevaluasi kondisi ekonomi secara bertahap di setiap pertemuan.

Di sisi lain, beberapa pejabat juga mengingatkan bahwa inflasi bisa bertahan lebih lama dari perkiraan, terutama jika harga energi terus meningkat. Bahkan, skenario kenaikan suku bunga tetap menjadi opsi jika tekanan inflasi semakin kuat dan menjauh dari target 2%.

Bitcoin Melemah Usai Rilis Risalah

Pasar kripto langsung merespons rilis risalah FOMC dengan tekanan pada harga Bitcoin. Aset kripto terbesar tersebut turun dari sekitar $71.800 menjadi $71.200 dalam waktu singkat.

Pergerakan ini mencerminkan sensitivitas pasar kripto terhadap kebijakan moneter dan kondisi makro global. Ketidakpastian arah suku bunga sering kali membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset berisiko.

Kompleksitas Baru Kebijakan The Fed

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa kondisi saat ini menunjukkan kompleksitas baru dalam kebijakan The Fed. “Biasanya inflasi tinggi akan direspons dengan kebijakan hawkish. Namun kali ini, tekanan terhadap pasar tenaga kerja membuka ruang untuk kebijakan yang lebih dovish,” jelas tim tersebut.

Menurut mereka, pasar sedang menghadapi dua kekuatan yang saling bertolak belakang. “Jika inflasi akibat harga energi terus meningkat, The Fed akan cenderung menahan atau bahkan menaikkan suku bunga. Namun jika ekonomi melambat dan tenaga kerja melemah, peluang penurunan suku bunga tetap terbuka,” tambahnya.

Tim Research Tokocrypto juga menekankan bahwa kondisi ini akan membuat pasar, termasuk kripto, bergerak lebih volatil dalam jangka pendek. “Arah selanjutnya akan sangat bergantung pada data ekonomi berikutnya, terutama inflasi dan tenaga kerja. Investor perlu lebih adaptif dalam membaca dinamika makro saat ini,” tutupnya.

Baca juga: 8,4 Juta WLFI Gratis! Begini Cara Mendapatkannya Lewat Program USD1


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

The post Dilema Fed: Tensi Iran Picu Inflasi, Tapi Buka Jalan Cut Rate! appeared first on Tokocrypto News.

Peluang Pasar
Logo INI
Harga INI(INI)
$0.10163
$0.10163$0.10163
-0.57%
USD
Grafik Harga Live INI (INI)
Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.

PRL $30.000 + 15.000 USDT

PRL $30.000 + 15.000 USDTPRL $30.000 + 15.000 USDT

Deposit & berdagang PRL untuk meningkatkan hadiah!