Futures Brent crude turun 19,24% pada 8 April setelah gencatan senjata AS-Iran menghapus premi perang dari harga minyak dalam satu sesi. Tapi, pelanggaran yangFutures Brent crude turun 19,24% pada 8 April setelah gencatan senjata AS-Iran menghapus premi perang dari harga minyak dalam satu sesi. Tapi, pelanggaran yang

Trump Siap Tempur Lagi saat Harga Minyak Bangkit dari Crash Gencatan Senjata 19%

2026/04/09 18:00
durasi baca 5 menit
Untuk memberikan masukan atau menyampaikan kekhawatiran terkait konten ini, silakan hubungi kami di [email protected]

Futures Brent crude turun 19,24% pada 8 April setelah gencatan senjata AS-Iran menghapus premi perang dari harga minyak dalam satu sesi. Tapi, pelanggaran yang terjadi, serta ancaman keras dari Trump, membuat harga naik lagi sebesar 8,45%.

Pergerakan tajam ini menciptakan rentang dua hari terluas sejak konflik dimulai pada Februari lalu. Sementara itu, ada bullish divergence tersembunyi di grafik harian dan pola short covering pada open interest yang menandakan reli bisa masih berlanjut. Apakah harga minyak kembali ke US$100 atau turun ke US$90 akan sangat bergantung pada siapa yang menang antara diplomasi atau eskalasi konflik.

Penurunan 19%, Reli 8%, dan Presiden yang Katakan Senjata Siap Digunakan

Futures Brent crude turun dari sekitar US$111 pada 7 April ke titik terendah US$90,34 pada 8 April, penurunan 19,24% dalam satu hari yang dipicu oleh gencatan senjata AS-Iran yang dimediasi Pakistan. Pasar langsung memperhitungkan berakhirnya gangguan di Selat Hormuz hanya dalam hitungan jam.

Namun, pergerakan itu bertahan kurang dari sehari. Negara-negara Teluk melaporkan serangan dalam 24 jam pertama gencatan senjata ini, dan Iran memberikan syarat untuk komitmennya membuka kembali selat tersebut. Harga minyak langsung merespon, naik 8,45% dari titik terendah ketika kredibilitas gencatan senjata mulai diragukan.

Lalu, Trump ikut berbicara. Larut malam tanggal 8 April, Presiden menulis di Truth Social bahwa semua aset militer AS, termasuk kapal, pesawat, dan personel, tetap berada di sekitar Iran sampai ada kesepakatan akhir yang benar-benar dipatuhi sepenuhnya. Ia menambahakan, jika kepatuhan gagal terjadi, maka balasan akan datang “lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat daripada yang pernah dilihat siapa pun sebelumnya.”

Di balik gejolak geopolitik ini, grafik harian juga memberikan sinyal teknikal. Antara 10 Maret dan 8 April, Brent crude membentuk level terendah yang lebih tinggi sementara Relative Strength Index (RSI), indikator momentum yang mengukur kecepatan perubahan harga, justru membentuk level terendah yang lebih rendah. Ini menandakan adanya bullish divergence tersembunyi, yaitu sinyal bahwa tren naik masih bisa berlanjut walau tampak chaos di permukaan.

Divergensi RSI Brent CrudeDivergensi RSI Brent Crude | Sumber: TradingView

Open interest menunjukkan pola serupa. Sejak akhir Maret, open interest menurun saat harga mengalami reli, sebuah pola yang umumnya terjadi karena short covering, bukan pembelian baru. Reli sebelumnya pada 2-9 Maret dan setelah 19 Maret juga terjadi bersamaan dengan open interest yang menurun. Reli saat ini juga sesuai dengan pola tadi.

Short Covering OI Brent CrudeShort Covering OI Brent Crude | Sumber: TradingView

Sinyal teknikal masih condong ke bullish. Tapi, di pasar yang digerakkan perang, sinyal teknikal perlu konfirmasi dari posisi data. Pasar opsi memberi lapisan analisis berikutnya.

Opsi BNO Masih Lebih Dominan Bullish, Namun Aktivitas Lindung Nilai Meningkat

Rasio put-call United States Brent Oil Fund (BNO), yang membandingkan opsi put bearish dan call bullish, menunjukkan pihak bullish masih dominan walau tak sekuat sebelum crash terjadi.

Pada 6 April, sebelum gencatan senjata, rasio volume berada di 0,15 dan rasio open interest di 0,29. Kedua angka ini sangat bullish, artinya aktivitas call jauh melebihi put. Tapi, pada 8 April setelah crash dan reli, rasio volume justru naik dua kali lipat jadi 0,32, sementara rasio open interest turun tipis ke 0,27.

Rasio Put-Call BNORasio Put-Call BNO | Sumber: Barchart

Kenaikan dua kali lipat pada rasio volume menandakan ada sebagian trader yang menambah lindung nilai lewat put pasca penurunan 19%. Namun, angka 0,32 masih jauh di bawah 1,0, artinya call masih tiga kali lipat lebih banyak dibanding put. Penurunan rasio open interest dari 0,29 ke 0,27 juga mengindikasikan ada posisi long yang mungkin terlikuidasi saat crash.

Volatilitas tersirat (implied volatility) berada di 90,58% dengan persentil IV di 91%, artinya opsi sudah memperhitungkan gejolak lanjutan. Pasar memperkirakan akan ada pergerakan besar berikutnya. Arah gerakan itu akan sangat tergantung apakah gencatan senjata bertahan atau justru kembali pecah.

Dengan adanya RSI divergence, short covering, dan posisi opsi yang condong ke arah bullish, grafik harga minyak menjadi penentu akhir.

Level Harga Minyak yang Menentukan Pergerakan Selanjutnya

Brent crude diperdagangkan di US$96,86, berada dalam channel naik yang sudah terbentuk sejak akhir Februari. Crash pada 8 April menyentuh garis tren bawah di sekitar US$90,34 dan exponential moving average 50 hari di US$89,81. Keduanya berhasil menahan penurunan. Channel ini bertahan meski mendapat ujian terberat sejak terbentuk.

Tingkat kunci di sisi atas ada di US$100,45 pada level Fibonacci 0,382. Zona ini sangat dekat dengan EMA 20 hari di US$100,29. Terakhir kali harga minyak berhasil menembus kembali EMA 20 hari terjadi pada 8 Januari, dan reli yang mengikuti peristiwa itu terus berlangsung sampai pengumuman gencatan senjata. Jika harga mampu ditutup harian di atas US$100,45, itu menandakan bahwa pantulan harga sudah berkembang dari sekadar short covering menjadi penguatan tren baru dan bisa mendorong harga menuju US$112,34 di level 0,618 dan US$120,82 di level 0,786.

Untuk sisi bawah, US$93,08 di level 0,236 menjadi support pertama. Jika turun lebih dalam, US$90,34 yang menjadi level terendah 8 April adalah batas bawahnya. Jika harga menembus di bawah US$90, Brent akan keluar dari channel naik, sehingga struktur pergerakannya berubah dari bullish menjadi netral. Hal ini bisa membuka jalan menuju US$81,18.

Analisis Harga MinyakAnalisis Harga Minyak | Sumber: TradingView

Dampaknya berpengaruh lebih luas, bukan hanya untuk minyak. Jika Brent bisa menembus kembali US$100 dan bergerak naik, efek petrodollar akan menguat karena negara pengimpor minyak memerlukan lebih banyak dolar untuk membeli minyak mentah. Dolar yang lebih kuat akan memberi tekanan pada emas, perak, dan aset berisiko termasuk aset kripto. Jika harga minyak turun di bawah US$90 akibat keberhasilan gencatan senjata, maka sebaliknya bisa terjadi.

US$100,45 menjadi pemisah antara potensi breakout EMA 20 hari yang membuka jalan kembali ke US$112,34 dan pantulan yang gagal sehingga harga kembali koreksi ke US$90 dan menyentuh batas bawah channel.

Peluang Pasar
Logo OFFICIAL TRUMP
Harga OFFICIAL TRUMP(TRUMP)
$2.966
$2.966$2.966
-1.42%
USD
Grafik Harga Live OFFICIAL TRUMP (TRUMP)
Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.

PRL $30.000 + 15.000 USDT

PRL $30.000 + 15.000 USDTPRL $30.000 + 15.000 USDT

Deposit & berdagang PRL untuk meningkatkan hadiah!