Perusahaan infrastruktur blockchain, Securitize, telah menunjuk Brett Redfearn, mantan pejabat US Securities and Exchange Commission (SEC), sebagai presiden.
Langkah ini terjadi di tengah gelombang besar mantan regulator yang beralih ke peran eksekutif, karena sektor aset kripto terus berupaya meraih kredibilitas yang lebih tinggi.
Sebagai presiden, Redfearn akan bekerja bersama tim kepemimpinan Securitize untuk memperbesar platform perusahaan di bidang penerbitan, perdagangan, dan administrasi dana, serta mendorong keterlibatan dengan regulator, exchange, dan mitra institusi.
Redfearn sebenarnya bukan wajah baru di Securitize. Ia telah menjabat sebagai ketua dewan penasihat perusahaan selama empat tahun terakhir, sehingga telah mengenal bisnis perusahaan secara langsung sebelum menjalankan peran barunya yang lebih luas.
Selain berkarier di SEC, Redfearn juga menghabiskan 14 tahun di JP Morgan dan pernah menjadi kepala pasar modal di Coinbase.
Penunjukan ini terjadi saat Securitize bersiap untuk melantai di bursa. Perusahaan ini telah mengumumkan rencana penggabungan bisnis dengan Cantor Equity Partners II, yang terdaftar di Nasdaq.
Perekrutan terbaru Securitize menambah daftar panjang penunjukan pejabat senior regulasi di industri aset kripto.
Bulan lalu, exchange kripto Backpack menunjuk Mark Wetjen, mantan penjabat ketua Commodity Futures Trading Commission (CFTC), sebagai presiden entitas AS mereka.
Sebelumnya, mantan Penjabat Ketua CFTC Caroline Pham meninggalkan lembaga itu untuk menjadi chief legal officer di perusahaan keuangan kripto MoonPay.
Penunjukan-penunjukan ini mencerminkan perubahan besar dalam dunia regulasi di AS, sehingga mantan pejabat sekarang jadi lebih berharga bagi industri.
Di bawah Trump, SEC dan CFTC beralih dari rival yang berebut wilayah yurisdiksi menjadi co-regulator yang aktif. Pada bulan Maret, kedua lembaga ini menandatangani nota kesepahaman dan kemudian bersama-sama mengeluarkan panduan penting tentang klasifikasi aset kripto.
Perubahan ini membuat mantan pejabat senior dari kedua lembaga menjadi kandidat yang sangat dicari di industri ini. Mereka membawa pengetahuan institusional, relasi yang telah terbangun, serta kredibilitas di mata regulator yang sekarang perlu didekati perusahaan mereka.
Di sisi lain, para kritikus memperingatkan tren ini punya risiko tersendiri.
Pada Mei 2025, Revolving Door Project menyampaikan bahwa perekrutan mantan Komisioner CFTC Summer Mersinger oleh Blockchain Association tidak sekadar memberikan imbalan kepada regulator yang bersikap ramah. Kelompok itu memperingatkan, langkah tersebut bisa jadi upaya memperoleh kendali atas lembaga itu sendiri.
Di saat aset kripto memasuki fase regulasi yang paling menentukan, batas antara pihak yang membuat aturan dan pihak yang mendapat untung dari aturan tersebut masih menjadi pertanyaan terbuka.


