Regulasi kripto AS sedang terbentuk saat Commodity Futures Trading Commission meningkatkan perannya. Komisi tersebut kini telah memperkenalkan anggota pertama Gugus Tugas Inovasinya, menandakan pendekatan yang lebih fokus terhadap regulasi kripto.
Berita kripto ini muncul saat sidang markup kunci CLARITY Act berikutnya mendekat. Langkah CFTC, ditambah dengan hasil RUU struktur pasar, bisa menjadi krusial dalam membentuk masa depan regulasi kripto di AS.
Dalam berita kripto terbaru dari Amerika Serikat, CFTC telah meluncurkan anggota pertama Gugus Tugas Inovasinya. Perkembangan ini datang sebagai bagian dari upaya lembaga untuk menetapkan legislasi regulasi kripto yang komprehensif di negara tersebut.
Gugus Tugas Inovasi akan fokus pada peningkatan pengawasan kripto, pasar prediksi, dan teknologi serupa lainnya. Sebagai bagian dari langkah ini, lembaga telah memperkenalkan lima anggota ke dalam tim. Mereka termasuk Hank Balaban, Sam Canavos, Mark Fajfar, Eugene Gonzalez IV, dan Dina Moussa.
Regulasi Kripto AS | Sumber: Siaran Pers CFTC
Menurut CFTC, tim ini akan memainkan peran kunci dalam membentuk bagaimana lembaga mendekati sektor-sektor baru dan berkembang. Terutama karena permintaan akan regulasi kripto yang lebih jelas terus meningkat.
"Gugus Tugas Inovasi menyatukan tim terkemuka yang menunjukkan keahlian mendalam dan komitmen antusias untuk memberikan aturan main yang jelas bagi para inovator Amerika," ujar Ketua Michael S. Selig.
Gugus Tugas diluncurkan pada 24 Maret. Saat itu, Michael Passalacqua adalah pemimpin tim. Selain itu, Ketua CFTC Selig memperkenalkan pelacak inovasi untuk menyoroti pekerjaan lembaga di bidang kripto, kecerdasan buatan, dan sistem keuangan baru.
Meskipun langkah CFTC saat ini, ketidakpastian seputar CLARITY Act memberikan bayangan terhadap masa depan regulasi kripto di AS. Meskipun sidang markup berikutnya RUU struktur pasar akan berlangsung minggu depan, perdebatan stablecoin masih berlangsung.
Yang penting, Commodity Futures Trading Commission bisa mendapatkan peran yang lebih besar jika pembuat undang-undang menyetujui kerangka kerja baru yang membawa lebih banyak aset digital di bawah pengawasannya. Namun, proses itu masih belum lengkap, karena CLARITY Act belum disahkan menjadi undang-undang.
RUU tersebut dapat dengan jelas mendefinisikan bagaimana tanggung jawab dibagi antara CFTC dan Securities and Exchange Commission.
Pemain utama telah turun tangan untuk mendorong Kongres mengesahkan RUU kripto. Dalam berita kripto terbaru, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyoroti pentingnya mengesahkan CLARITY Act segera untuk mempertahankan kepemimpinan keuangan negara.
Jika disahkan, kerangka kerja baru tersebut akhirnya dapat memberikan kejelasan yang sangat dibutuhkan untuk industri kripto. Industri ini telah lama menghadapi ketidakpastian tentang regulator mana yang bertanggung jawab.
Karena CLARITY Act telah menghadapi banyak penundaan, tokoh industri dan pemimpin administratif kunci mengarahkan perhatian Kongres pada urgensi masalah ini. Mereka percaya bahwa tanpa regulasi kripto yang jelas, inovasi bisa melambat dan perusahaan mungkin menghadapi ketidakpastian yang berkelanjutan.
Ketua SEC Paul Atkins telah mendesak Kongres untuk mendorong CLARITY Act maju. Dia melihat RUU kripto sebagai perkembangan yang diperlukan untuk pasar.
Postingan Berita Regulasi Kripto: CFTC Membentuk Gugus Tugas saat CLARITY Act Mendekat muncul pertama kali di The Coin Republic.

