Aktivitas jaringan XRP Ledger (XRPL) melonjak signifikan dalam beberapa hari terakhir, dengan jumlah transaksi harian menembus angka tertinggi dalam dua tahun terakhir. Lonjakan ini terjadi di tengah meningkatnya adopsi teknologi blockchain berbasis tokenisasi, serta munculnya pandangan bahwa XRP relatif lebih tahan terhadap potensi ancaman dari komputasi quantum dibandingkan Bitcoin.
Berdasarkan data XRPScan, transaksi harian XRPL baru-baru ini melampaui 5 juta transaksi, tepatnya mencapai sekitar 5,2 juta. Angka ini menjadi rekor tertinggi sejak dua tahun terakhir dan menunjukkan peningkatan penggunaan jaringan, khususnya dalam aktivitas tokenisasi aset digital.
Lonjakan transaksi ini tidak terlepas dari berkembangnya ekosistem tokenisasi di jaringan XRPL. Salah satu perkembangan terbaru datang dari SBI Ripple Asia yang telah menyelesaikan platform penerbitan token di XRPL untuk kebutuhan regulasi. Hal ini turut mendorong pertumbuhan nilai aset dunia nyata (real-world assets/RWA) yang direpresentasikan di jaringan tersebut.
Dilaporkan Coingape, data dari RWA.xyz menunjukkan bahwa nilai RWA di XRPL naik lebih dari 2% dalam 30 hari terakhir menjadi sekitar 1,53 miliar dolar AS. Selain itu, jumlah pemegang RWA meningkat 4%, sementara kapitalisasi pasar stablecoin di jaringan ini juga mengalami kenaikan sebesar 8% dalam periode yang sama.
Baca juga: XRP Stagnan 5 Tahun, Masihkah Ada Harapan?
Di tengah peningkatan aktivitas jaringan, perhatian pasar juga tertuju pada isu keamanan blockchain terhadap ancaman komputasi quantum. Sejumlah analis menilai XRP memiliki tingkat eksposur yang lebih rendah dibandingkan Bitcoin terhadap risiko ini.
Analisis dari validator XRPL menunjukkan bahwa hanya sekitar 0,03% dari total suplai XRP yang berpotensi terdampak risiko quantum. Hal ini karena XRPL telah mendukung fitur rotasi kunci secara native di tingkat protokol, yang memungkinkan perlindungan lebih baik terhadap potensi eksploitasi oleh komputer quantum.
Sebaliknya, laporan riset Google menyebutkan bahwa jaringan Bitcoin berpotensi menghadapi risiko serangan “on-spend” di masa depan. Dalam skenario tertentu, komputer quantum canggih diperkirakan mampu menurunkan private key dari public key dalam waktu singkat, yang berpotensi memicu manipulasi transaksi.
Di sisi lain, data on-chain menunjukkan adanya peningkatan akumulasi oleh investor besar (whales) XRP. Arus bersih kumulatif di bursa Binance tercatat mencapai -11,23 miliar dolar AS, yang mengindikasikan lebih banyak XRP keluar dari bursa dibandingkan yang masuk.
Selain itu, metrik Whale Flow 30DMA dilaporkan mencapai level tertinggi dalam 10 bulan terakhir, menandakan meningkatnya aktivitas pembelian oleh investor besar. Kondisi ini sering diinterpretasikan sebagai sinyal positif terhadap prospek harga aset tersebut.
Menariknya, peningkatan akumulasi ini terjadi di tengah penurunan open interest XRP dari sekitar 2,4 miliar dolar AS menjadi di bawah 600 juta dolar AS. Kondisi ini mencerminkan berkurangnya penggunaan leverage di pasar, yang dinilai dapat menciptakan fondasi yang lebih stabil.
Tim Research Tokocrypto melihat bahwa kombinasi antara peningkatan aktivitas jaringan, adopsi tokenisasi, serta faktor keamanan menjadi katalis penting bagi perkembangan XRP ke depan.
“Lonjakan transaksi XRPL menunjukkan bahwa utilitas jaringan semakin nyata, terutama di sektor tokenisasi aset. Ini menjadi indikator bahwa adopsi tidak hanya bersifat spekulatif, tetapi mulai masuk ke penggunaan riil,” ujar Tim Research Tokocrypto.
Mengenai isu quantum, mereka menambahkan bahwa faktor ini masih bersifat jangka panjang, namun tetap relevan untuk diperhatikan oleh pelaku industri.
“Perbandingan dengan Bitcoin dalam konteks ancaman quantum menarik, tetapi perlu diingat bahwa teknologi keamanan blockchain terus berkembang. Yang lebih penting saat ini adalah bagaimana masing-masing jaringan mempersiapkan diri terhadap risiko di masa depan,” tambahnya.
Tim Research Tokocrypto juga menilai bahwa tren akumulasi oleh whale dapat menjadi sinyal awal perubahan sentimen pasar.
“Arus keluar dari bursa dan peningkatan akumulasi biasanya mencerminkan kepercayaan investor jangka panjang. Namun, investor tetap perlu mencermati volatilitas dan faktor makro yang dapat memengaruhi pergerakan harga,” tutup mereka.
Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Transaksi XRPL Pecah Rekor! XRP Diklaim Lebih Tahan Kuantum appeared first on Tokocrypto News.

