Peneliti crypto SMQKE telah menyampaikan argumen tajam mengenai valuasi XRP dan hubungannya dengan solusi pembayaran Ripple, dengan mengutip dokumentasi historis untuk mendukung klaim tersebut.
Dalam postingan terbaru di X, peneliti tersebut menekankan bahwa efektivitas XRP dalam sistem Ripple terkait erat dengan harga pasarnya, khususnya dalam hal penyediaan likuiditas.
Postingan tersebut mencakup kutipan yang merujuk pada pergerakan harga signifikan XRP di tahun 2017 dan awal 2018, ketika aset tersebut naik tajam dan sempat melampaui $2,50.
Selama periode itu, Chris Larsen, co-founder dan mantan CEO Ripple, masuk dalam jajaran individu terkaya di dunia karena kepemilikannya. Materi yang dikutip menggunakan momen ini untuk mengilustrasikan skala dan dampak potensial XRP dalam pasar cryptocurrency yang lebih luas.
Poin utama SMQKE berfokus pada klaim spesifik: harga XRP yang lebih tinggi secara langsung meningkatkan utilitas solusi pembayaran Ripple. Peneliti tersebut mengutip dokumentasi yang menyatakan bahwa nilai yang meningkat mengarah pada likuiditas yang lebih baik di jaringan. Likuiditas ini, pada gilirannya, memungkinkan XRP memfasilitasi transaksi yang lebih besar dengan lebih efisien.
Postingan tersebut menyatakan bahwa "jika XRP memiliki nilai yang lebih tinggi, ini meningkatkan nilai solusi karena meningkatkan likuiditas di jaringan." Postingan ini lebih lanjut mencatat bahwa dengan valuasi yang lebih tinggi, XRP dapat menyampaikan nilai yang lebih besar dibandingkan dengan mata uang lain. SMQKE mengakhiri postingan dengan menekankan bahwa posisi ini "terdokumentasi," menunjukkan ketergantungan pada karya akademis atau analitis yang telah dipublikasikan sebelumnya.
Argumen ini sejalan dengan prinsip dalam sistem keuangan bahwa likuiditas yang lebih dalam mengurangi gesekan transaksi dan meningkatkan kapasitas untuk memindahkan jumlah besar tanpa dampak harga yang signifikan. Dalam konteks ini, harga XRP menjadi faktor dalam menentukan seberapa efektif XRP dapat berfungsi sebagai aset jembatan dalam pembayaran lintas batas.
Tanggapan terhadap postingan tersebut mencerminkan interpretasi yang berbeda tentang hubungan antara harga, likuiditas, dan utilitas. Seorang komentator yang diidentifikasi sebagai Toni berpendapat bahwa memprioritaskan apresiasi harga menandakan ketergantungan pada kedalaman likuiditas daripada adopsi yang luas. Komentar tersebut menunjukkan bahwa mengaitkan kesuksesan jaringan dengan harga token dapat mengalihkan fokus ke arah dinamika spekulatif alih-alih kasus penggunaan praktis.
Peserta lain, LedgerLegend, mengajukan pertanyaan struktural tentang adopsi, menanyakan apakah XRP harus terlebih dahulu mencapai harga tinggi sebelum institusi keuangan dapat memanfaatkannya secara efektif. Perspektif ini menyoroti ketidakpastian tentang apakah valuasi adalah prasyarat atau produk sampingan dari penggunaan dunia nyata.
Sebaliknya, X Finance Bull mendukung argumen likuiditas SMQKE. Komentar tersebut menekankan bahwa nilai yang lebih tinggi mengarah pada likuiditas yang lebih dalam, mencatat bahwa aspek ini sering diabaikan dalam diskusi tentang peran XRP.
Disclaimer: Konten ini dimaksudkan untuk menginformasikan dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini mungkin mencakup opini pribadi penulis dan tidak mewakili opini Times Tabloid. Pembaca disarankan untuk melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. Tindakan apa pun yang diambil oleh pembaca sepenuhnya merupakan risiko mereka sendiri. Times Tabloid tidak bertanggung jawab atas kerugian finansial apa pun.
Ikuti kami di X, Facebook, Telegram, dan Google News
Postingan Ripple Berharap Harga XRP Naik Secara Masif. Dokumen Ini Menjelaskan Alasannya pertama kali muncul di Times Tabloid.


