Bursa dibuka hari Senin dengan aksi jual yang sudah diperkirakan oleh investor aset kripto. Gagalnya perundingan damai antara AS dan Iran di Islamabad dan blokade laut baru oleh AS memberikan dampak pada kelas aset utama.
Kegagalan akhir pekan tersebut memunculkan kekhawatiran baru terkait potensi gangguan pasokan dan menambah keraguan pada kesepakatan gencatan senjata dua minggu yang rapuh dan akan berakhir pada 22 April.
Bitcoin (BTC) turun dari level tertinggi akhir pekan mendekati US$74.000 ke titik terendah harian di US$70.570 kemarin, setelah Wakil Presiden JD Vance memastikan bahwa 21 jam negosiasi berakhir tanpa kesepakatan. Total kapitalisasi pasar aset kripto merosot sekitar 1,8%.
Aksi jual makin dalam setelah US Central Command (CENTCOM) mengumumkan blokade untuk “seluruh lalu lintas maritim masuk dan keluar pelabuhan Iran pada 13 April pukul 10 pagi waktu ET.”
Data Pasar BeInCrypto menunjukkan kapitalisasi pasar keseluruhan turun 2,68% dalam 24 jam terakhir. Pada waktu publikasi, BTC diperdagangkan di US$71.125. Ethereum (ETH) sudah turun ke US$2.204.
Sementara itu, pada Senin pagi, pasar tradisional mengonfirmasi apa yang sudah diantisipasi pasar kripto. The Kobeissi Letter menyampaikan, S&P 500 dan Dow Jones masing-masing turun sekitar 1%, sedangkan Nasdaq 100 turun 1,3%.
Subscribe ke channel YouTube kami untuk menonton para pemimpin dan jurnalis membagikan wawasan ahli
Harga emas dan perak sama-sama melemah pada jam perdagangan Asia di hari Senin. Harga emas turun 0,75% ke US$4.711 per ons, mundur alih-alih reli meski suasana geopolitik memanas. Harga perak jatuh lebih tajam, anjlok lebih dari 2% ke US$74,20.
Pelemahan pada logam mulia menunjukkan bahwa biaya energi yang meningkat dan potensi inflasi berkepanjangan lebih besar pengaruhnya ketimbang permintaan aset safe-haven, sebab trader makin memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga tetap lebih lama.
Pada akhirnya, pasar energi juga bereaksi kuat, tapi arahnya justru sebaliknya. Minyak mentah AS melonjak lebih dari 10% melewati US$105 per barel. Minyak mentah Brent internasional naik 8%. Harga grosir bensin melonjak 6%, dan harga minyak pemanas yang menjadi acuan bahan bakar pesawat, naik 9,3%.
Ikuti kami di X untuk mendapat berita terbaru secara langsung
Pola seperti ini sudah mulai sering terjadi. Selama konflik AS-Iran berlangsung berminggu-minggu, kripto terus-menerus memberi sinyal risiko geopolitik sebelum sesi saham dibuka. Dengan tenggat waktu gencatan senjata dua minggu sudah semakin dekat, para trader di kedua pasar kini tetap dihantui ketidakpastian soal apakah diplomasi bisa berjalan secepat potensi eskalasi konflik.

