Cryptoharian – Perusahaan milik Michael Saylor, yakni Strategy kembali menambah kepemilikan Bitcoin dalam jumlah besar.
Dalam laporan resmi ke SEC, perusahaan kembali mengungkap telah membeli 13.927 BTC senilai sekitar US$ 1 miliar dalam periode 6 hingga 12 April 2026. Pembelian ini dilakukan dengan rata-rata US$ 71.902 per Bitcoin.
Langkah ini semakin memperkuat posisi Strategy sebagai pemegang Bitcoin publik terbesar di dunia. Sebagaimana diketahui, perusahaan Strategy telah aktif membeli Bitcoin, bahkan ketika penurunan hebat seperti tahun 2022 tengah terjadi.
Dengan akumulasi terbaru ini, total kepemilikan Strategy kini mencapai 780.897 BTC, dengan nilai pembelian sekitar US$ 59,02 miliar.
Artinya, perusahaan hanya membutuhkan sekitar 19.000 BTC lagi untuk menembus angka psikologis 800.000 BTC, sebuah level yang belum pernah dicapai entitas publik mana pun.
Menariknya, pembelian kali ini dilakukan di bawah rata-rata harga akumulasi perusahaan yang berada di US$ 75.577, menunjukkan strategi akumulasi saat harga relatif lebih rendah.
Pembelian jumbo ini didanai melalui penerbitan saham preferen baru bernama STRC. Strategy menjual sekitar US$ 10 juta saham dan berhasil mengumpulkan dana mendekati US$ 1 miliar.
Langkah ini menegaskan bahwa perusahaan masih agresif menggunakan instrumen keuangan untuk menambah eksposur ke Bitcoin, meski pasar masih fluktuatif.
Baca Juga: Sentimen Kripto Terburuk Sepanjang Sejarah? Analis Buka Suara
Meski terus menambah aset, Strategy saat ini tercatat mengalami kerugian belum terealisasi sekitar US$ 14,46 miliar pada kuartal pertama 2026.
Namun, kondisi tersebut tidak menghentikan strategi akumulasi. Justru, perusahaan terlihat memanfaatkan volatilitas harga untuk terus menambah kepemilikan.
Pembelian besar ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya minat institusi terhadap Bitcoin. Dalam periode yang sama, ETF Spot Bitcoin di Amerika mencatat inflow sekitar US$ 786 juta.
Kombinasi antara pembelian institusional dan arus dana ETF sempat mendorong harga Bitcoin kembali ke atas US$ 70.000, bahkan mendekati US$ 73.000.
Namun, volatilitas masih tinggi. Ketegangan geopolitik dan perkembangan terbaru terkait konflik Iran kembali menekan harga ke sekitar US$ 71.000.
Langkah agresif Strategy menunjukkan keyakinan jangka panjang terhadap Bitcoin, meski kondisi pasar masih tidak stabil.

