CEO Circle Jeremy Allaire telah menyatakan bahwa dia melihat "peluang besar" untuk stablecoin berbasis yuan Tiongkok. Dalam wawancara dengan Reuters, Allaire mengatakan bahwa stablecoin menjadi alat yang semakin penting dalam kompetisi mata uang global dan bahwa teknologi ini dapat mendukung tujuan Tiongkok untuk menginternasionalkan yuan.
Menurut Allaire, kompetisi dalam sistem keuangan global kini telah memperoleh tidak hanya dimensi ekonomi tetapi juga teknologi. Dalam konteks ini, pengembangan stablecoin berbasis yuan dapat membuat mata uang Tiongkok lebih kompetitif. CEO Circle menyatakan bahwa Tiongkok memiliki potensi untuk meluncurkan aset digital semacam itu dalam tiga hingga lima tahun ke depan.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya perdebatan seputar stablecoin berbasis yuan. Sebelumnya, raksasa teknologi Tiongkok Ant Group dan JD.com dilaporkan telah menyerukan bank sentral untuk mengizinkan stablecoin berbasis yuan.
Namun, People's Bank of China dan badan pengatur lainnya mengambil pendekatan hati-hati di bidang ini. Pernyataan yang diterbitkan pada Februari 2026 secara eksplisit menekankan bahwa menerbitkan stablecoin yang dipatok yuan di luar negeri tanpa izin yang diperlukan adalah dilarang.
Sementara transaksi cryptocurrency tetap dilarang di daratan Tiongkok, Hong Kong mengambil pendekatan yang lebih fleksibel. Regulator di wilayah tersebut baru-baru ini memberikan lisensi stablecoin kepada dua entitas berbeda, mengantarkan era baru untuk sektor ini.
Menurut para ahli, stablecoin dapat menjadi bagian penting dari kompetisi internasional dalam sistem keuangan global di tahun-tahun mendatang.
*Ini bukan nasihat investasi.
Lanjutkan Membaca: CEO Circle Jeremy Allaire Ungkap Dia Melihat Peluang Besar untuk Stablecoin Berbasis Yuan Tiongkok! Berikut Rinciannya


