Token Aave (AAVE) mengalami tekanan signifikan dalam beberapa waktu terakhir, dengan penurunan harga yang cukup dalam hingga mencapai drawdown sekitar 81,6%. Level ini membawa harga AAVE kembali ke zona valuasi yang terakhir terlihat pada periode bear market sebelumnya.
Dikutip CryptoQuant, penurunan ini terjadi di tengah gejolak pasar kripto secara keseluruhan, yang turut memicu sentimen negatif atau fear, uncertainty, and doubt (FUD) terhadap proyek-proyek di sektor decentralized finance (DeFi). Kondisi tersebut mempercepat koreksi harga AAVE yang sebelumnya memang sudah berada dalam tren penurunan.
Baca juga: Staking AAVE: Cara Kerja, Keuntungan, dan Risiko yang Perlu Diketahui
Menariknya, penurunan AAVE saat ini menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan siklus sebelumnya. Jika pada bear market sebelumnya penurunan AAVE relatif sejalan dengan Bitcoin, kini gap performanya semakin lebar.
Drawdown Bitcoin tercatat hanya sekitar setengah dari penurunan yang dialami AAVE. Hal ini menegaskan bahwa altcoin, termasuk token DeFi, mengalami tekanan yang lebih besar dibandingkan aset utama seperti Bitcoin, yang masih menjadi penggerak utama pasar kripto.
Kondisi ini mencerminkan pergeseran preferensi investor yang cenderung lebih berhati-hati dan memilih aset dengan likuiditas serta kapitalisasi pasar yang lebih besar di tengah ketidakpastian.
Tim Research Tokocrypto menerangkan penurunan tajam AAVE hingga kembali ke level bear market mencerminkan tekanan yang lebih luas pada sektor altcoin, khususnya DeFi. Dalam kondisi pasar yang masih didominasi oleh Bitcoin, aset dengan risiko lebih tinggi cenderung mengalami koreksi yang lebih dalam.
“Di sisi lain, level drawdown yang ekstrem juga dapat menjadi indikasi bahwa pasar mulai memasuki fase undervaluation, terutama bagi investor yang memiliki keyakinan terhadap fundamental proyek dalam jangka panjang. Namun, penting untuk memastikan bahwa penurunan ini bukan disebabkan oleh perubahan fundamental yang signifikan,” ujarnya.
Pergerakan harga Aave (AAVE/USDT) pada Jumat, 17 April 2026. Sumber: Tokocrypto.
Meski mengalami penurunan tajam, beberapa pelaku pasar melihat level harga saat ini sebagai potensi peluang, terutama bagi investor yang memiliki perspektif jangka panjang. Dalam siklus pasar kripto, fase koreksi dalam sering kali menjadi titik masuk bagi investor yang mencari valuasi yang lebih rendah.
Namun demikian, risiko tetap tinggi mengingat volatilitas pasar dan ketidakpastian sentimen terhadap sektor DeFi secara keseluruhan.
Baca juga: Harga AAVE Hari Ini: Update, Grafik, dan Faktor yang Mempengaruhi
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post AVE Anjlok 81%, Kembali ke Level Era Bear Market, Sinyal Bahaya? appeared first on Tokocrypto News.

