Cryptoharian – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memicu ketidakpastian global setelah kedua pihak mengeluarkan pernyataan yang saling bertolak belakang terkait kondisi terbaru konflik.
Situasi ini langsung berdampak pada pasar kripto, yan dikenal sangat sensitif terhadap sentimen geopolitik.
Narasi Berubah Cepat, Pasar Ikut Bingung
Pada Jumat, pasar sempat bergerak positif setelah muncul kabar bahwa Iran akan membuka kembali Selat Hormuz. Pernyataan tersebut diperkuat oleh Presiden Donald Trump yang menyambut baik langkah tersebut.
Optimisme ini memicu kenaikan harga berbagai aset, termasuk Bitcoin dan altcoin lainnya.
Namun, situasi berubah drastis hanya dalam hitungan jam.
Trump mengklaim bahwa Iran telah menyetujui penghentian program nuklirnya. Klaim ini langsung dibantah oleh pihak Iran, yang bahkan menolak seluruh pernyataan tersebut dan menegaskan belum ada kesepakatan apa pun.
Negosiasi Masih Abu-Abu
Meski Trump menyebut adanya ‘pembicaraan yang sangat baik’, laporan dari media Iran menyatakan bahwa tidak ada kesepakatan untuk melanjutkan negoisasi.
Iran juga disebut keberatan dengan tekanan dari Amerika, termasuk blokade dan tuntutan yang dianggap tidak realistis.
Ketidakjelasan ini membuat situasi semakin rumit, terutama karena Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan energi dunia.
Baca Juga: Dua Musisi Terseret Kasus Pencucian Uang Kripto
Bitcoin Sempat Naik, Lalu Turun Lagi
Pasar kripto merespon cepat setiap perkembangan.
Bitcoin sempat melonjak hingga sekitar US$ 78.400 saat sentimen positif muncul. Namun, ketika ketidakpastian kembali meningkat, harga turun ke bawah US$ 76.000.
Karena pasar kripto beroperasi 24 jam tanpa henti, setiap pernyataan dari pihak terkait bisa langsung memicu pergerakan harga.
Analis memperkirakan tiga hal utama, yakni:
Selama belum ada kepastian nyata dari kedua pihak, tekanan terhadap pasar kemungkinan akan terus berlanjut.
Saat ini, pasar berada dalam kondisi “wait and see.” Investor cenderung berhati-hati karena informasi yang beredar sering berubah dan belum terkonfirmasi.
Dalam kondisi seperti ini, arah pasar lebih banyak ditentukan oleh sentimen jangka pendek dibandingkan fundamental jangka panjang.


