Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$73.996 pada sesi perdagangan Asia hari Senin, turun 2,5% dalam 24 jam terakhir. Penurunan ini mengikuti eskalasi konflik di Teluk pada akhir pekan, ketika pasukan AS naik ke kapal Iran pada hari Minggu.
Aset berisiko secara umum melemah karena tenggat waktu gencatan senjata pada hari Rabu semakin dekat, sementara ketegangan militer baru mengikis harapan untuk meredakan situasi.
Kapal perusak AS USS Spruance menonaktifkan ruang mesin kapal kargo berbendera Iran, Touska, setelah enam jam perintah berhenti diabaikan. Komando militer gabungan Teheran menyebut aksi penangkapan ini tidak sah dan berjanji akan memberikan balasan langsung kepada aset angkatan laut AS. Penangkapan pada hari Minggu tersebut menjadi kejadian pertama sejak Washington mulai melakukan blokade pelabuhan satu minggu lalu.
Harga kontrak minyak melonjak setelah insiden ini, karena para trader memperkirakan blokade jalur pelayaran di Teluk bakal berlangsung lebih lama. Sekitar seperlima dari minyak dunia biasanya melintasi selat itu melalui laut, namun sekarang sebagian besar masih berhenti. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan bahwa pengawasan terhadap lalu lintas akan terus berlangsung sampai konflik selesai.
Tim AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance dijadwalkan tiba di Islamabad pada hari Senin untuk negosiasi lanjutan. Utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner dikabarkan akan kembali untuk pertemuan tahap dua setelah sesi maraton akhir pekan lalu. Stasiun televisi pemerintah Teheran meragukan apakah pertemuan hari Senin akan tetap berlangsung, karena muncul keluhan baru terhadap Washington.
Presiden AS juga mengancam akan menyerang seluruh jaringan listrik dan jembatan Iran jika kesepakatan tidak diterima. Walaupun harga Bitcoin turun pada hari Minggu, nilainya masih lebih tinggi 4,3% selama tujuh hari terakhir, sehingga tren kenaikan mingguan tetap terjaga.
Harga bergerak harian di rentang US$73.886 hingga US$76.165, dengan tekanan paling tajam terjadi pada Senin pagi waktu Asia. Total nilai pasar bertahan sekitar US$1,48 triliun dan volume transaksi harian berada di kisaran US$62 miliar pada periode yang sama.
Fokus pasar bergeser ke tenggat gencatan senjata pada hari Rabu, yang menjadi titik penentuan dan bisa memperjelas arah aset berisiko. Jika diplomasi gagal, operasi tambahan dari AS nampaknya akan terjadi dan bisa memperpanjang tekanan terhadap aset digital maupun pasar saham.


